Aurora

Aurora

  • WpView
    Reads 199
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 25, 2019
banyak hal yang aku impikan setelah lulus SMA, namun tidak sesuai dengan yang di impikan. malam setelah aku merayakan kelulusan yang berakhir dengan kehancuran hidupku.mahkota yang ku jaga untuk suamiku kelak, di rampas secara paksa oleh laki laki yang tak kukenal.dari aroma wangi tubuhnya yang bercampur dengan alkohol aku menyadari bahwa laki laki ini tak sadar dengan apa yang ia perbuat. Bukan akhir tapi awal dari hidupku. karna accident tersebut hadirlah sang malaikat di dalam rahimku yang mengakibat kan keluargaku mengusirku dari rumah. hingga aku bertemu dengan sosok perempuan yang ku anggap seperti kakak ku sendiri. JANNY AURORA WEIGE aku tak tau apa yang terjadi padaku yang membuat aku seperti merasa bersalah kepada seseorang namun aku tak tau siapa yang aku buat terluka. ALDRIC RICHALDO BEZOZ
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SOLITUDES
  • Alletarez
  • ALTER EGO (TAMAT)
  • Menikah, Karena Tak Sengaja Hamil
  • I LOVE BABY CLEO
  • Jejak wasiat kakakku
  • ARKASYA
  • NAYARA
SOLITUDES

Highest rank: #1 in Fiksiremaja #1 in Cerita #3 Pregnant #5 teenfiction #8 in Benci #8 in Pregnant #10 in SMA #10 in Remaja [DISARANKAN UNTUK FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU, AGAR PEMBACA TAHU PENGUMUMAN TENTANG CERITA INI] ---- Malam itu, membuatnya membenci dirinya sendiri. Malam itu, malam terburuk baginya. Mengakhiri hidup adalah salah satu jalan baginya. Rasa benci yang sangat besar, membuatnya merasa kesepian. Ingin ia memutar waktu, untuk tidak menemuinya malam itu. 'Selalu menganggap diriku kotor, adalah sebuah kebiasaan.' - Gianna Pristin Dirgantara - ---- Kesalahan besar telah ia perbuat. Tantangan konyol yang membuatnya terjebak. Rasa penyesalan semakin tumbuh dalam dirinya. Lelah sudah ketika ia semakin tenggelam dalam penyesalan yang dalam. Kata maaf tidak pantas untuk ia ucapkan. 'Menyakitinya adalah kebiasaanku.' - Arthur Julian Wijayanto - ---- DON'T COPY MY STORY!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines