4 O'clock (TAEKOOK)

4 O'clock (TAEKOOK)

  • WpView
    Reads 220
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Jun 7, 2024
Singkatnya begini. Dia takut akan cahaya mentari, aku takut akan cahaya rembulan. Kedua cahaya yang sama namun tak serupa, mereka sama-sama melumpuhkan kami di waktu yang berbeda. Setiap malam ia selalu terjaga di balik jendelanya hingga 4 pagi, ia tak melakukan apa-apa hanya duduk diam menopang dagunya menanti kehadiranku dibalik jendela juga. Bagai bertukar peran, sebaliknya aku akan terbangun jam 4 pagi hanya untuk memastikan ia benar-benar terlelap. Sesekali memanjatkan doa agar ia tidak terlelap terlalu lama mengingat cahaya mentari menjadi hal yang tidak disukainya akhir-akhir ini. Kim Taehyung, dia lelaki yang sangat aku cintai. Ia lebih berarti dari cahaya mentari yang selalu aku harap akan bisa menghangatkan kulit dinginnya di pagi hari, juga lebih berarti dari cahaya rembulan yang selalu menerpa raut wajah damainya di balik jendela. Aku harap kau selalu ada disana, dibalik jendela. Jangan tinggalkan aku. Cahaya rembulan juga tidak terlalu buruk untuk kita. --- VKOOK - M-PREG
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • YOU [KOOKV/KOOKTAE][END]
  • Love Wins All
  • Baby Sitter || kth●jjk
  • Sensei !!!    I Love You !   ||| K.V |||
  • LIGHT
  • " Regret " (Vkook) END ✔
  • My Light (VMin)
  • The Truth Untold [kth-jjk] √
  • PARK JIMIN [End]
  • For Taehyung (VKOOK)✅

[Selesai] Hari itu semenjak aku datang ke sana, setiap malam aku selalu bermimpi tentang seorang pria. Tampan dan gagah. Aku suka senyumnya. Dia selalu datang ke mimpi ku dan mengucapkan kata-kata romantis ke pada diriku. Kupikir aku sudah gila, karena aku sungguhan jatuh cinta pada pria itu. Orang-orang bilang dia tak nyata! Tapi aku tak peduli. Dia memang tak nyata, tapi perasaannya nyata! Semenjak hari itu aku dikira orang gila. Aku juga sempat berfikir bahwa aku sendiri gila. Aku tak peduli! Hanya ada satu orang yang menganggapku tak gila, dia adalah ibuku. Selalu aku ceritakan mimpiku padanya. Dan dia hanya tersenyum pahit. Selalu seperti itu. Sampai pada suatu hari bibiku datang menceritakan sebuah cerita padaku. Dan semenjak hari itu aku hanya menangis. Dan kurasa semenjak hari itu aku gila sungguhan. WARNING: Gay/homo/bxb/lgbt Kookv/kooktae Rate T

More details
WpActionLinkContent Guidelines