4 O'clock (TAEKOOK)

4 O'clock (TAEKOOK)

  • WpView
    Reads 219
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Jun 7, 2024
Singkatnya begini. Dia takut akan cahaya mentari, aku takut akan cahaya rembulan. Kedua cahaya yang sama namun tak serupa, mereka sama-sama melumpuhkan kami di waktu yang berbeda. Setiap malam ia selalu terjaga di balik jendelanya hingga 4 pagi, ia tak melakukan apa-apa hanya duduk diam menopang dagunya menanti kehadiranku dibalik jendela juga. Bagai bertukar peran, sebaliknya aku akan terbangun jam 4 pagi hanya untuk memastikan ia benar-benar terlelap. Sesekali memanjatkan doa agar ia tidak terlelap terlalu lama mengingat cahaya mentari menjadi hal yang tidak disukainya akhir-akhir ini. Kim Taehyung, dia lelaki yang sangat aku cintai. Ia lebih berarti dari cahaya mentari yang selalu aku harap akan bisa menghangatkan kulit dinginnya di pagi hari, juga lebih berarti dari cahaya rembulan yang selalu menerpa raut wajah damainya di balik jendela. Aku harap kau selalu ada disana, dibalik jendela. Jangan tinggalkan aku. Cahaya rembulan juga tidak terlalu buruk untuk kita. --- VKOOK - M-PREG
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • By Your Side [Vkook]
  • Always With Me!!
  • The Truth Untold [kth-jjk] √
  • For Taehyung (VKOOK)✅
  • Our_Autumn [COMPLETED]
  • Me Before Us; Under the Same Roof [TAEKOOK]✔️
  • " Regret " (Vkook) END ✔
  • If You're a Little Late (sad story Kim Taehyung) [END]✓
  • Baby Sitter || kth●jjk
  • Jika Cinta Dia [VKOOK]

Aku dapat mendengar keributan kecil terjadi disekitarku. Kurasakan sedikit guncangan pada ranjang tempatku berbaring. Seseorang mengangkat tanganku dan mengelus nya lembut kemudian berkata, "Kita akan membuka perban matamu hari ini". Saat itulah aku tahu bahwa aku tidak akan pernah bisa lagi melihat indahnya dunia. . . . Hari-hari kuhabiskan dengan melamun. Menatap jauh ke kegelapan yang menutupi penglihatanku sepenuhnya. Semuanya terasa kosong. Sampai suara itu membangunkanku. "Aku bisa menjadi matamu. Kau bisa percaya padaku. Bergantung padaku". . . . Tak ada bedanya ketika aku membuka ataupun memejamkan mataku. Namun, malam itu aku memilih memejamkan mataku ketika suara langkah kaki masuk ke pendengaranku. Benar kata mereka, satu indraku rusak, tapi sebagai gantinya kepekaan indra ku yang lain akan meningkat. Dan aku sama sekali tidak mensyukuri hal tersebut. Setidaknya, sampai hari ini. "Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Dokter bilang, sudah tidak ada harapan. Kita harus segera melepas alat bantu pernafasannya". "Aku tahu. Tapi... Bagaimana aku memberitahukannya pada Jungkook?". "Bawa ia untuk menemui Taehyung. Setidaknya... Untuk terakhir kalinya". NamjaXNamja BoyXBoy Yaoi Vkook Taekook Bangtan Angst Murni imajinasi penulis Mengandung unsur percintaan sesama jenis Don't Like Don't Read Enjoy it ZoopApp 9/11/2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines