Star Line from Lauhul Mahfudz

Star Line from Lauhul Mahfudz

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 2, 2019
Kisah seorang perempuan yang belajar untuk memanage cinta sesuai dengan tempatnya, ditemani oleh para sahabatnya yang berpetualang dalam lingkup mencari jati diri yang sesungguhnya, menyelamkan diri ke dalam ayat-ayat suci Al Qur'an, merenungi setiap hal adalah bagian dari skenario ajaib sang Pencipta. Dan bahwa cinta yang benar-benar sejati ialah cinta yang mengundang campur tangan Allah swt.dan cinta karena-Nya. "Sebaik-baik cinta adalah cinta yang mengiring pada kebaikan"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berlabuh di Takdir-Nya
  • Cinta Yang Beda [END]
  • satu Hati Beda Agama
  • CINTA BEDA AGAMA
  • Kisahku (Sebelum Hari Itu Tiba) END✔️
  • Cinta beda agama || og
  • Air Mata Cinta
  • HATI YANG TERTUNDUK UNTUK CINTA

📖 Berlabuh di Takdir-Nya oleh - rn Muhammad Fahri Al-Ghifari tak pernah menyangka, jalan hijrahnya yang teguh bisa terguncang oleh satu perasaan yang datang perlahan-tanpa suara, tanpa aba-aba. Ia bukan sedang mencari cinta. Tapi sebuah mimpi, sejuk dan jelas, membuatnya mulai bertanya: "Apakah rasa ini bagian dari petunjuk... atau hanya lintasan hati?" Zeyana Maheera, gadis tenang dan kuat yang memilih berhijrah di usia muda, memegang prinsip meski berada di rumah yang tak sejalan. Di luar, ia terlihat tegar. Tapi malam-malamnya dipenuhi sujud yang meminta kekuatan untuk tetap bertahan, meski sering merasa sendirian. Ketika dua jiwa yang sedang bertumbuh di jalan Allah dipertemukan dalam sunyi, dalam perenungan, dan dalam doa yang saling menguatkan, mereka pun belajar bahwa cinta yang suci bukan datang karena ingin, tapi karena Allah mengizinkan. Sebuah kisah hijrah, keteguhan, dan cinta yang bernaung dalam iman. Karena cinta terbaik, bukan yang paling cepat datang. Tapi yang paling sabar menunggu. Dan jika Allah telah menetapkan, tak ada yang bisa menghalangi. Cinta itu akan berlabuh... di Takdir-Nya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines