KENZIE (Revisi)

KENZIE (Revisi)

  • WpView
    Reads 7,012
  • WpVote
    Votes 1,108
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 13, 2021
Ken, bad boy. Sesuai julukannya Ken selalu membuat masalah dengan aksi-aksi brutalnya. Hidup di dunia yang keras membentuk kepribadiannya, gejolak muncul saat orang-orang terdekatnya terbunuh dan dia tidak bisa melakukan banyak hal membuat penyesalan besar tumbuh dalam hati dan balas dendam menjadi pilihan. Perjalan itu perlahan membawa Ken pada kehidupan yang penuh dengan ketegangan dan rentetan konflik akan terlukis dalam kehidupannya diwarnai dengan kisah persahabatan, cinta dan penghianatan. Bagaimana perjalanan Ken untuk membalaskan dendamnya dan menerima kenyataan-kenyataan dalam kehidupannya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Betrayal Of Love (SlowUp)
  • Cerrellia: Living as Syerenity
  • Jejak Luka, Jejak Cinta (TAMAT)
  • MANIAC : STRAY KIDS
  • Tragedi Cinta Jilid 3
  • POSSESSIVE [COMPLETED]
  • Lily the journeys to be a ruller [Van]

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines