SWEETIE •CHA EUNWOO

SWEETIE •CHA EUNWOO

  • WpView
    Leituras 2,799
  • WpVote
    Votos 219
  • WpPart
    Capítulos 9
WpMetadataReadConcluída dom, abr 25, 2021
" LU BISA GAK SIH GAK USAH NGIKUTIN GUE? " teriak seorang perempuan kepada laki-laki yang telah mengikutinya sejak tadi. " Gak bisa. Lagian kak, kalau gak mau gue ikutin mau dong jadi pacar gue. " katanya berharap " O G A H " eja perempuan itu dan langsung meninggalkan laki-laki yang telah mengikutinya sejak tadi. " Yah gagal lagi, " gumamnya sambil menghembuskan nafas kesal, " Oke, Eunwoo lu harus semangat. "
Todos os Direitos Reservados
#115
moonbin
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • I Love You, But ... ✓
  • WAIT ME LOVE U || KIM SUNWOO [✓]
  • Friend Of All Things ✓
  • 𝙽𝙴𝚇𝚃 𝙻𝙸𝙵𝙴 ✔
  • Floral & Fading ✦ Yeongyu
  • {✔} Kost Khusus Pria "TXT"  [ TAHAP REVISI ]
  • FOREVER OR NEVER - OHMNON ✅
  • 30 DAYS || TAEGYU [✓]
  • TXT (Beter together)

Orang-orang berpikir Lee Seokmin adalah cowok yang Yuna suka dan Kwon Soonyoung adalah kebalikannya. Karena Yuna selalu tersenyum dan akrab dengan Seokmin, sedangkan pada Soonyoung seperti musuh. Namun, Soonyoung tak pernah menyerah dengan perasaannya. Hingga akhirnya dia mendapatkan hadiah besar setelah malam itu terjadi. Dia tidak sabar mendengar Yuna menerima perasaannya kemudian berpacaran dengannya. Seharusnya itu terjadi. Seharusnya. **** "Kau mau pergi? Kenapa?" Kebisuannya bisa membunuhku. "Yuna, kau bahkan tidak memberiku kesempatan pacaran denganmu! Kau bilang jawabannya hari ini." Dia sepertinya tidak peduli seberapa dalam kehancuran yang akan kuterima akibat putus asa mengejarnya. "Kenapa kau tega sekali padaku? Jawab aku!" Dinding batu yang mengungkung tubuh Yuna akhirnya binasa. Dia menjatuhkan tasnya dan melangkah ke arahku. Matanya tiba-tiba memerah. Aku bertanya-tanya apakah dia hendak menangis atau itu memerah karena hal lain seperti kelilipan atau apa. Tiba-tiba kedua tangannya mendorong dadaku. Kencang sekali. "Kau mau pacaran denganku? Baiklah," ujarnya, suaranya gemetar. Dia mendorongku lagi, lebih kencang hingga tubuhku keluar dari bawah atap halte ke bawah guyuran hujan. "Ayo pacaran." Yuna mengeluarkan ponsel. Sementara jemarinya menari di atas layar, aku mengawasi dengan gigi bergemeletukan, tubuhku menggigil kedinginan, tanganku terkepal kencang. Kemudian gadis itu memamerkan layar ponsel padaku yang menampilkan penghitung mundur. "Tiga menit dari sekarang."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo