Jerit Kata

Jerit Kata

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 21, 2019
Aku datang, dengan baju yang kurajut dari sunyi yang tinggal di matamu. Aku datang, dengan sayap yang patah, yang terlipat di lembah senyummu. Aku datang, dengan sekepal cinta yang tenang, yang tak berani berkobar, yang bicara dengan bahasa bisu, yang ditumbuhi hujan belantara, bermukim di perkampungan aksara.
All Rights Reserved
#25
retorika
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (END) HAL-HAL MANIS YANG TAK PERLU KITA ULANGI
  • Di Setiap Bilik Hati, Ada Kamu
  • Perihku Ditinggalkan
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Bulan yang Didamba Matahari
  • PERLINA
  • Coretan Rindu
  • Nostalgia Cinta Dalam Rindu
  • Barisan Penyesalan
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)

Pernah? Setiap hari, yang kupikirkan adalah masaku denganmu. Pernah? apa pernah? Tidak. Bahkan jika perpisahan adalah suatu yang mutlak, kau tahu? tak pernah terpikirkan olehku bagaimana suasana hati dan bumi tanpa kita salah satu. Aku mencintaimu dengan segudang mimpi, cita, dan komitmen. Lalu kau suruh aku untuk melupakanmu? Yang benar saja, walau pahit dan getir tak ada yang berbohong diantara kita. Bahwa memang benar, kita akan sangat merindukan satu sama lain. Kisah Raka dan Elina. Semoga hatiku,mu tetap kuat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines