DESTINY (Semua Telah Digariskan Tuhan)

DESTINY (Semua Telah Digariskan Tuhan)

  • WpView
    Reads 195
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 15, 2019
Di usianya yang baru saja menginjak enam belas tahun, Desti, Desti Alvina Fitri lengkapnya, sudah banyak sekali merasakan garam hidup yang membuatnya kian hari kian terpuruk. Bosan? Iya. Jenuh? Jelas. Depresi? Tentu. Awalnya, sesuatu menyakitkan yang dialaminya membuatnya semakin kuat, karena dengan itulah dia belajar tabah. Namun, pada puncaknya, ada suatu kejadian yang membuatnya tidak kuat lagi untuk meneruskan hidupnya.
All Rights Reserved
#10
dony
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • ALVIVA (END)
  • Halcyon
  • Fate Of Tania
  • REVANARA
  • Lifani -ketika ku lenyap dari dunia-
  • Rintik Hujan
  • Segitiga [END]
  • Madness of brothers
  • F A K E ? [End]

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines