DESTINY (Semua Telah Digariskan Tuhan)

DESTINY (Semua Telah Digariskan Tuhan)

  • WpView
    वाचन 195
  • WpVote
    वोट 5
  • WpPart
    भाग 1
WpMetadataReadजारी
WpMetadataNoticeपिछला प्रकाशन शनि, जून 15, 2019
WpInfo
फिक्शन
रोमांस
Di usianya yang baru saja menginjak enam belas tahun, Desti, Desti Alvina Fitri lengkapnya, sudah banyak sekali merasakan garam hidup yang membuatnya kian hari kian terpuruk. Bosan? Iya. Jenuh? Jelas. Depresi? Tentu. Awalnya, sesuatu menyakitkan yang dialaminya membuatnya semakin kuat, karena dengan itulah dia belajar tabah. Namun, pada puncaknya, ada suatu kejadian yang membuatnya tidak kuat lagi untuk meneruskan hidupnya.
सभी अधिकार सुरक्षित
#5
dony
WpChevronRight
सबसे बड़े स्टोरी-टेलिंग समुदाय में शामिल होंवैयक्तिकृत कहानी अनुशंसाएं प्राप्त करें, अपनी पसंदीदा कहानियाँ अपनी लाइब्रेरी में सहेजें, और अपना समुदाय बढ़ाने के लिए टिप्पणी और वोट करें।
Illustration

आपको शायद ये भी पसंद आएँगे

  • F A K E ? [End]
  • Persona
  • Sama tapi Berbeda [END]
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Rintik Hujan
  • REVANARA
  • Halcyon
  • ARALVI [Completed]
  • Aku Bukan Dia ( kita Berbeda )
  • Madness of brothers

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

अधिक जानकारी
WpActionLinkसामग्री दिशानिर्देश