I'm Promise

I'm Promise

  • WpView
    Reads 281
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 24, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Lo nggak mau pacaran sama gue?" Tanya Biru disela-sela langkah kaki mereka. "Ogah banget!" Jawab Semesta sambil mempercepat langkah kakinya. "Eh, kalau pacaran sama gue mah simple aja kali." "Simple apaan coba? Paling ribet!" "Lo kenapa nggak mau pacaran sama gue sih? Lo takut kalau gue nggak punya duit?" Tanya Biru lagi. "Kalau gue nggak punya duit kan, kita bisa ngerampok bank aja." Lanjutnya lagi. "Gue yang nikmatin duit, lo yang dipenjara ya. Haha mampus kan lo." Sambar Semesta dengan tawa kegirangan. "Eh mana boleh kek gitu. Tapi nggak apa-apalah. Anak itik bukan anak angsa, ya nggak apa-apalah demi cinta." Ucap Biru. "Anak ayam kecebur kolam-" "Terus?" Tanya Biru penasaran. "Ya matilah peak, haha." Jawab Semesta dengan tawa kegirangan. Biru dan Semesta adalah dua sahabat kecil yang kini dipertemukan kembali karena sebuah takdir. Dulu semasa kecil mereka pernah berjanji, tidak ada namanya cinta dalam persahabatan. Apakah perjajian diantara mereka bisa bertahan lama ? ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Warning! Jangan dibaca, entar kalian ikut-ikutan luka, kecewa, bahagia dan gila!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Biru [END]
  • Seketika Kau Jadi Semesta
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • ARGA [REVISI]
  • ARSYA: My Naughty Boyfriend (END)
  • SEMESTA  (TERBIT)
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • REYRA🍁 [TERBIT]

Sinopsis : Biru mencoba melambai-lambaikan tangannya tepat di hadapannya tapi hasilnya tetap sama. Tatapan yang sama. Raga yang diam. Pikiran yang kelayapan. Jiwa yang dipenuhi kerinduan. Laila tersadar dari lamunannya, saat wajah Biru tepat berada di hadapannya. "Apakah kau menyukai langit biru?" "Sampai-sampai apapun yang ada di sekitarmu kau begitu tidak peduli" "Menurutmu, apa yang indah dari langit biru?" ucap Biru pada Laila yang kini tengah menatapnya. Laila tidak mengucap sepatah kata pun. Ia berusaha untuk berdiri dari duduknya. Dan ia sama sekali tidak berpikir untuk menjawab pertanyaan beruntun yang terucap dari mulut Biru. Tak lama dari itu, pandangannya berubah menjadi kabur. Langit biru tidak lagi terlihat. Yang ada hanyalah ruangan dingin yang begitu gelap. Laila pingsan di hadapan Biru. __________________ Tiga per dua diperoleh dari kesadaranku. Sisanya hanyalah angan tentang kenangan. ~Laila Buktinya, kamu sama sekali tidak bisa melepaskan ingatan tentang kenangan itu bukan? Ya, ia abadi dalam hati ~Maria Apa yang indah dari langit biru??? ~ Biru

More details
WpActionLinkContent Guidelines