Story cover for RAHAYU by coretanijo
RAHAYU
  • WpView
    Leituras 21,750
  • WpVote
    Votos 1,242
  • WpPart
    Capítulos 2
  • WpView
    Leituras 21,750
  • WpVote
    Votos 1,242
  • WpPart
    Capítulos 2
Em andamento, Primeira publicação em mar 21, 2019
"Katakan yang sejujurnya, Rahayu. Benar, kamu hamil?" Suara lelaki paruh baya begitu melengking hingga memekakkan telinga, seorang wanita muda di depannya hanya menunduk seraya menahan tangis.

Lemas, itu yang dirasakan wanita bernama Rahayu, tak menyangka jika perbuatan yang hanya ia lakukan satu kali itu membuahkan malapetaka dan murka sang ayah.

"Rahayu! Katakan!" teriaknya sekali lagi.

Wanita itu semakin lemas, tapi dengan sisa tenaga dan rasa takut yang membara ia mengangguk dengan lemah, membenarkan apa yang tengah terjadi pada dirinya saat ini.
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar RAHAYU à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#88hamilmuda
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
RIANA, de Ekaradianty07
22 capítulos Concluída Maduro
^^^Silahkan Baca^^^ Jangan lupa *Vote* Seorang perempuan bernama Riana Larasati, yang kerap biasa di panggil ana. perempuan berumur 19 tahun yang yang harus membesarkan ke tiga buah hatinya seorang diri. di kota yang cukup asing bagi dirinya. dirinya yang harus menanggung malu, dirinya yang harus mendengar cemoohan dari orang orang sekitar nya, dirinya malu bahkan orang tuanya yang sangat ia sayangi mengusirnya dari rumah, maka dari itu dia harus tinggal di kota asing tersebut. lelaki yang ia sangat sayangi bahkan tak mau menerima anak darah daging nya sendiri , dimana ia meminta per tanggung jawabannya, lelaki tersebut tak mau dan berpikir untuk menggugurkannya. "dit aku mau bicara penting padamu" ucap ana. "cepat aku tak banyak waktu"ucap Adit yaa dia Aditya putra Pratama. lelaki berusia 21 tahun, seorang CEO muda yang terkenal dengan kedingin, tampan, dan gagah. " ak..aku...ha...hamil" ucap ana dengan pelan bahkan nyaris tak terdengar. " apa kau hamil!"ucap Adit tak percaya. " Iyya dit, aku hamil anak kamu" ucap ana. " tidak mungkin, itu bukan anakku"ucap Adit " ini anak mu! ,,, darah daging mu!!" ucap ana terpancing emosi. " ITU BUKAN ANAK KU" ucapnya penuh penekanan " gugurkan saja, nih uang cukup untuk mu dan untuk menggugurkan kandunganmu itu" ucap Adit dan memberikan beberapa uang berwarna merah pada ana. " aku tidak butuh uang mu, jika kau tidak mau mengaggapnya tak apa tak masalah, jangan cari aku dan anak yang ku kandung, jika memang menurutmu ini bukan anakmu,aku tidak sudi jika nanti anak ini memanggil namamu dengan sebutan AYAH" ucap anak penuh sangat dengan penekanan, dan melenggang pergi dari hadapan Adit yang sedang mematung, mendengar penuturan dari ana. MAU TAU KELANJUTAN CERITANYA!!! I AM SORRY JIKA ADA TYPO🙏🏻 Jangan lupa kasih bintang okke 👍🏻 biasakan kasih bintang dulu baru baca🙏🏻
Love Is You (Tamat), de Atiya_AW
39 capítulos Concluída
Gadis pertama berdiri tegang melihat gadis kedua terduduk lemah di atas kursi roda. Wajah gadis kedua pucat. Ada kesakitan yang merayap di wajah gadis itu. Namun dia berusaha menyembunyikannya dengan memalingkan wajah. Gadis pertama masih shock sejak di IGD tadi dokter jaga menjelaskan bahwa kandungan gadis kedua tidak bisa dipertahankan lagi akibat perdarahan yang dialaminya. Gadis kedua hamil? Gadis kedua mengandung sebuah janin? Siapa... siapa yang melakukannya? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul di kepala gadis pertama. Semua kebingungan dan kepanikan bercampur menjadi satu. Tidak tahu harus berkata apa. Tidak mengerti harus bertanya apa. Dia hanya diam membeku seperti orang bodoh. Tapi tatkala melihat raut wajah gadis kedua, gadis pertama tidak ingin bertanya apa-apa lagi. Apalagi ketika melihat gadis kedua menekuk perutnya karena sakit saat diminta berbaring di sebuah ranjang ginekologi, gadis pertama merasa iba. Belum hilang kebingungan mereka, pertanyaan seorang perawat malah membuat keadaan semakin menegangkan. "Di mana suaminya?" tanya perawat itu dengan suara datar. Sepertinya perawat itu sudah bisa mengira apa yang terjadi ketika ada seorang pasien yang datang bersama teman-temannya. Bukan keluarganya. Gadis pertama memandang gadis ketiga yang sedang berdiri di sudut ruangan. Gadis ketiga pun terdiam membeku tidak menjawab sepatah kata pun. Tapi matanya meredup lalu menundukkan kepalanya. Siapa suami gadis kedua? Menikah pun dia belum! Lalu sebuah suara lelaki menyentakkan mereka. Spontan mereka menoleh dan terkaget-kaget melihat siapa lelaki itu. "Saya suaminya." Bersamaan gadis pertama dan gadis ketiga melihat gadis kedua dengan ketegangan yang memuncak. Seolah menanyakan kebenaran jawaban lelaki itu. Tapi sayangnya gadis kedua memilih untuk berpaling. Lalu setetes air mata membasahi pipi gadis kedua. Melihat air mata itu, gadis pertama tidak perlu lagi bertanya. Dia sudah mengerti semuanya. Lalu tiba-tiba hatinya terasa sakit. Amat sakit.
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
Regan dan Cintanya [END] cover
SENANDIKA cover
Hai Januari cover
RIANA cover
Surrogate cover
Love Is You (Tamat) cover
Midnight Love cover
Black Marriage [SELESAI] ✓ cover
May I Love You? cover

Regan dan Cintanya [END]

4 capítulos Em andamento

"Aquila hamil anak aku, Bunda!" suara serak itu membuat semua orang terkejut. Aquila yang akan membuka pintu menegang, ia tak menyangka Regan akan sadar saat dirinya belum pergi dari sana. Ditambah lagi kini Renatha menatap Aquila dengan tatapan datar, tak ada senyum hangat seperti biasanya. Gadis itu benar-benar takut dengan apa yang terjadi selanjutnya karena tatapan Renatha benar-benar berbeda. " Kenapa kamu gak jujur? Kamu mau bunuh anak itu atau masih mau mempertanyakan dia ? Bunda kecewa sama kamu Aquila, harusnya kamu ngomong sama Bunda" kata Renatha dengan air mata yang mulai berjatuhan. "Aquila nggak mau masa depan Regan hancur karena anak yang Aquila kandung." jawabnya pelan. "Hidup aku yang akan hancur, kalau kamu pergi begitu aja tanpa memberitahu kebenarannya. Aquila!" tandas Regan, matanya sudah berkaca-kaca karena perkataan Aquila. "Bunda kecewa sama kamu, bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu. Hidup keluarga kami yang akan hancur jika kamu nggak jujur, nak." kata Renatha pelan. Sebagai seorang wanita yang pernah mengalami hal yang sama, tentu Renatha tau betul apa yang Aquila rasakan. Ia juga pernah mengalami itu saat hamil si kembar.