Mommy For Aeri

Mommy For Aeri

  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 21, 2019
"Dad, mommy itu apa? Apa aeri gak punya mommy?" "Aeri sayang, mommy itu orang yang selalu ada buat aeri. Orang yang akan selalu melindungi aeri dan menyayangi aeri seperti daddy" "Tapi dimna mommy dad?" Bagaimana aku harus menjawabnya? Putri kecilku yang masih begitu polos, dia hanya butuh kasih sayang yang lengkap tuhan. Putriku hanya ingin mommy nya! Tapi bukan dengan wanita yang sama, tidak akan aku biarkan wanita murahan itu kembali. Segera akan aku carikan pengganti yang terbaik untuk aeriku.
All Rights Reserved
#112
miss
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HOT DADDY 1 (TAMAT)
  • The Surrogate | CHANSOO
  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • An Ordinary Love Story [UNDER REVISION]
  • One and Only
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • Barbar [End]
  • • Perfect Princess | Wenyeol  ✔
  • ʏᴏᴜɴɢ ᴍᴏᴍᴍʏ
  • Alvaro garcia D.

WARNING!! 21+ "Besok umur mu sudah 6 tahun, sayang. Apa yang kamu inginkan dari Daddy?" Edwin berjongkok di depan putra kebanggaannya. Miko, anak laki-laki itu menatap Daddy nya malas. Dia meletakkan heandpone mahal yang Daddy nya belikan sewaktu dia berulang tahun yang ke 5 dulu. "Tentu bukan robot yang bisa berjalan, ataupun liburan ke luar negeri." Jawab Miko, dingin. "Lalu?" Edwin menautkan kedua alisnya, pertanda bahwa dia tidak mengerti dengan ucapan putranya. "Bisakah Daddy memberikan aku seorang ibu? Aku ingin seperti teman-teman ku yang ketika berangkat dan pulang sekolah di jemput oleh kedua orang tuanya." Miko menatap Edwin dengan tatapan memohon. "Kenapa diam? Sudah aku tebak, Daddy tidak bisa mengabulkan permintaan ku itu. Tapi kenapa? Apa karena aku nakal? Apa karena nilai ku matematik jelek? Aku bisa perbaiki itu, Dad." Kali ini Miko benar-benar menangis. "Maafkan Daddy, sayang. Daddy..." Miko berlari ke kamarnya. Sedangkan Edwin tertunduk di depan ruang keluarga. Sudah sekian kali anaknya meminta seorang ibu. Namun dirinya masih tidak bisa memberikannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines