Ruang Bawah Tanah Menghantuimu

Ruang Bawah Tanah Menghantuimu

  • WpView
    Reads 199
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 6, 2019
WpInfo
Fiction
Horror
Kenalin aku Rain, umurku 16 tahun. Aku anak pengusaha besar di kota kami. Walaupun ayah ku pengusaha terkenal, aku tidak mau tinggal dirumah mewahnya. Bukannya sombong tapi semenjak mama ku meninggal. Ayah ku menikah lagi dengan wanita lain. Semenjak saat itu aku memutuskan tinggal di asrama sekolah. Bersama sahabat kecil ku Keiko, dia anak blasteran Jepang Indonesia. Kedua orang tua kami dekat dan sama sama pengusaha. Aku dan Keiko sudah lama bersahabat jadi tidak heran jika kami sangat akrab. Di asrama pun kami satu kamar. Dan kami benci yang namanya percintaan. Walaupun sifat kami bertolak belakang aku memiliki sifat mistis,dan suka sekali dengan hal-hal yang berbau horor walapun aku anak perempuan kelakuannya terlihat seperti laki-laki beda dengan Keiko yang bersifat feminim dan lemah lembut. Akan tetapi, kami memiliki banyak kesamaan dalam hal kesukaan. Contohnya, kami suka pelajaran Mtk dan Ipa,kami juga anak gamers dan lebih sering menghabiskan waktu bermain game daripada bergosip dengan teman-teman kami.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Salsabila🌻
  • R?!
  • jodohku dari mimpi ku sendiri{Jensoo} End
  • WIANBU
  • Between My Heartbeats (COMPLETED)
  • STAY (rorasa) [END]
  • DUA ROTI [EBOOK]

Aku nggak pernah menyangka-bahwa setelah bertahun-tahun menikah dengan Dinda, perempuan yang tumbuh bersamaku dalam suka dan luka, hatiku justru bergetar oleh hadirnya Arunika, seorang wanita yang usianya delapan tahun lebih muda dariku. Dan aku? Terjebak di antara rasa bersalah dan perasaan yang tak pernah kuminta hadir. Awalnya kupikir itu cuma jeda sejenak dari lelahnya hidup. Tapi perasaan itu tumbuh diam-diam, mengakar, dan mulai mengguncang segala yang kukira telah mapan. Arunika datang sebagai angin segar, tapi juga badai yang memporak-porandakan rumahku sendiri. Lalu waktu berjalan. Arunika pergi. Dan aku kembali berhadapan dengan Dinda-perempuan yang tidak hanya ditinggal, tapi juga dikhianati. Kami belajar berdamai, meski dengan luka yang belum kering. Tapi ketika aku mulai ingin mencintainya lagi, semesta seperti menguji: hadir sosok lelaki lain yang mulai mengisi ruang yang dulu penuh dengan namaku. Ini bukan kisah tentang siapa yang paling mencinta. Tapi tentang siapa yang memilih tetap tinggal, bahkan setelah semuanya hampir runtuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines