AUFA (Hiatus)

AUFA (Hiatus)

  • WpView
    Reads 6,245
  • WpVote
    Votes 378
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 15, 2019
Ini bukan hanya kisah tentang Aufal, si Ustadz dan pemilik pesantren yang julukannya dingin dan hobinya menatap tanah walau seindah apapun pesona wanita yang ada didepannya, baginya semua sama, sama-sama mengundang dosa. Ini juga kisah tentang Alifa, si gadis milenial yang kehidupannya sangat jauh dari agama, tapi karna sebuah kejadian, ia terpaksa menjadi santriwati disebuah pesantren dan bertemu seorang Ustadz yang berhasil memikat hatinya. Siapa yang tidak mengenal Aufal? Santriwati bahkan banyak yang mengiriminya proposal ta'aruf, sayangnya, ia menolak semua proposal itu dengan alasan masih belum siap mengarungi bahtera rumah tangga. Siapa yang tidak mengenal Alifa? Santriwan bahkan harus banyak istighfar tiap kali melihat wajah menawannya yang bersinar, sayangnya, pakaiannya bahkan belum tertutup dan ilmu agamanya masih dangkal. Bagi Aufal, Alifa bukan gadis idamannya, bagi Alifa, Aufal adalah lelaki harapannya. Saat Alifa mulai merubah diri, apakah akhirnya Aufal mulai membuka hati? ketika dua orang ini pertemukan oleh Yang Maha Kuasa, semesta pun bekerja, peran takdir tak luput menyertainya, dan biarlah waktu yang berbicara. Yang suka ceritanya jangan lupa tinggalin jejak ya.🐰🐰
All Rights Reserved
#17
alifa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hug Me When Halal (END)
  • Ijbar [Selesai]
  • Assalammualaikum, Ustadz [END]
  • Aldhefara (Re upload)
  • Assalamualaikum, Gus ✔ [Terbit]
  • Dibalik Lencana Dan Sketsa
  • ALTHAZAIN
  • Mendadak Ning (Selesai)
  • ASTAGHFIRULLAH ZAUJATI

📚Teenfic-Spiritual "Terima kasih, sampai detik ini gus masih baik banget sama Maira. Maira enggak pernah nyangka kalau gus masih mau nolongin Maira. Maira tau semuanya tentang apa yang membuat gus menjauh dari Maira. Kita sama-sama berkorban, ya. Kalau memang Allah mentakdirkan kita bersama, semua akan dipermudah. Semangat ya, Gus." Air mata Maira kini sudah tidak dapat dibendung, ia menutup mulutnya sendiri agar Wafa tidak mendengar isakannya. Wafa menoleh kepada Maira sebentar, mendapati Maira yang menangis Wafa langsung melenggang pergi dan masuk ke mobil. "Suatu saat nanti, kita akan berdampingan. Tidak ada yang mendahului dan terdahului. Enggak tau kenapa Maira yakin banget kalau nantinya kita bisa bersatu, Gus."

More details
WpActionLinkContent Guidelines