Story cover for Arti alam by Aksaraalam
Arti alam
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Mar 21, 2019
Sore itu hari di terjang hujan badai.
Dengan penuh rasa syukur, aku berharap semoga hujan ini membawa akhiran yang indah.

Dan benar saja, setelah hujan yang kian lama mengguyur kota kembang ini. Tepat pukul 17:23, hujan berhenti dengan seketika. 

Cakrawala yang tadinya berwarna hitam gelap, kini menjadi gradasi yang indah. Biasa di sebut senja.

Dari itu kita bisa tau apa arti kegagalan. awan hitam melambangkan kita yang masih ada dalam proses perjuangan tetapi tak mau bergerak dari zona nyaman. Lalu, gradasi yang indah itu melambangkan kita yang mau terus berjuang dan mau bergerak dari zona nyaman.

"Memilih untuk tetap terbelenggu dan tak mau mencoba hal baru adalah pilihan yang kurang tepat. Karena, mungkin saja bakat mu ada di tempat lain. Atau bahkan jodoh mu"


Salam literasi
-AksaraAlam-
All Rights Reserved
Sign up to add Arti alam to your library and receive updates
or
#102salamliterasi
Content Guidelines
You may also like
Hujan Membaca Isyarat (Kumpulan Cerita Pendek Karya @elynna_arsr) by oreo_sundae
31 parts Ongoing
Dalam setiap tetes hujan, ada kisah yang gugur tanpa suara seperti rindu yang tak pernah sampai, atau luka yang tak ingin dikenang. Hujan Membaca Isyarat adalah ruang di mana kata-kata menjadi sisa embun yang jatuh perlahan ke hati pembaca. Judul ini tak sekadar metafora, melainkan kiasan dari bagaimana alam diam-diam memahami kegelisahan manusia, lebih peka dari siapa pun yang pernah berjanji tak akan pergi. Hujan bukan hanya peristiwa cuaca, melainkan simbol yang menghidupkan kembali percakapan yang tak selesai, janji-janji yang menguap, dan isyarat yang tak pernah dimengerti saat pertama kali datang. Dalam setiap cerita, terdapat lapisan emosi yang lembap, getir, namun indah seperti jalanan basah yang menyimpan jejak langkah seseorang yang tak kembali. Alasan mengapa Hujan Membaca Isyarat menjadi judul utama bukan sekadar karena hujan selalu romantis atau sendu, tapi karena ia setia datang tanpa harus diminta, lalu menyentuh tanpa pernah memeluk seperti kenangan dalam cerita-cerita ini. Isyarat adalah bahasa rahasia, tersembunyi di balik tatapan, jeda, dan diam. Maka saat hujan "membaca", ia bukan sekadar membasahi tanah, tetapi mengurai hal-hal yang tak sempat diucap. Dalam rintiknya yang tenang, ia seperti menggambar ulang percakapan yang nyaris hilang: antara ayah dan anak, kekasih yang lupa arah, sahabat yang menjauh, hingga diri sendiri yang tak pernah selesai dicintai. Di sinilah hujan menjadi peramal kesedihan, pembisik rahasia, dan saksi atas segala yang tak pernah tuntas. Sebab tak semua kisah harus lantang. Kadang, cukup satu isyarat dari langit dan kita tahu, ada hati yang masih bergetar dalam diam.
Tenang bertemu Riuh by Aleaputt11
56 parts Ongoing
Aqeela Aza Callista dan Harry Vaughan pertama kali bertemu saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Aqeela yang ceria dan penuh semangat tengah berlibur di Bali bersama orang tuanya, dan tanpa sengaja mereka menginap di villa milik keluarga Harry. Di sana, Aqeela kecil menyapa seorang anak laki-laki yang pendiam dan pemalu-Harry. Sejak pertemuan singkat itu, setiap kali keluarga Aqeela berlibur ke Bali, mereka selalu kembali menginap di villa yang sama. Diam-diam, Harry tumbuh dengan menyimpan perasaan yang semakin dalam kepada Aqeela. Baginya, Aqeela adalah warna dalam hidupnya yang sunyi-riuh yang datang dalam tenangnya. Saat memasuki kelas 10 SMA, Harry dan keluarganya pindah ke Jakarta. Ia melanjutkan sekolah di SMA Cipta Mandiri, menjalani hari-harinya seperti biasa-tenang, tertutup, dan nyaris tak terlihat. Dua tahun berlalu, dan di awal tahun ajaran barunya sebagai siswa kelas 12, dunia Harry kembali berubah. Aqeela hadir sebagai murid baru di sekolahnya. Harry tak pernah menyangka akan bertemu gadis itu lagi. Gadis yang menghidupkan warna dalam sunyinya. Namun dunia Aqeela tak lagi sederhana-ia pernah menjalin hubungan selama tiga tahun dengan Fattah, lalu sempat dekat dengan Mohan. Dua kisah yang berakhir menggantung dan membuat Aqeela lebih hati-hati membuka ruang. Di sinilah, tanpa tergesa, Harry mulai melangkah. Mereka mulai dekat. Saling sapa. Saling mengerti. Satu tenang, satu riuh. Tapi dalam cara yang tak terduga, mereka saling menyeimbangkan.
You may also like
Slide 1 of 8
Nadi Akhir Luka cover
Between Two Heart's (S,2) cover
Hujan Membaca Isyarat (Kumpulan Cerita Pendek Karya @elynna_arsr) cover
Tenang bertemu Riuh cover
RE:MEMBER (END) cover
Di Antara Akar dan Langit cover
Suara Dalam Aksara cover
Humaira Az-zahra cover

Nadi Akhir Luka

54 parts Complete

"Perihal rindu yang tidak berakhir dengan pertemuan dan kepulangan. Cukup dengan sebatas rasa yang dipandu agar tidak menyalahi aturan." -Ini antara KITA, RASA, dan Aturan-Nya.- *** "The sunset is beautiful isn't it?" gumam Senja pelan. "Hu'um. Sunset memang indah, tapi Bukan dengan perpisahan. Aku terima keputusan kamu untuk kita menikmati kata the sunset is beautiful isn't it sampai kita bisa merangkai kata selanjutnya," sahut Askara mengangguk setuju. "Kata selanjutnya? Maksudnya?" tanya Senja bingung. "Iya, sampai kata the sunset is beautiful isn't it berubah jadi the moon and sunrise is beautiful isn't it," jawab Askara. penuh keyakinan. "Kamu yakin kalau bakal tercipta itu di antara kita?" "Harus yakin. Hal pasti aku akan terus berusaha. Mulai sekarang akubakal berusaha kerja keras untuk persiapan finansial, kontrol diri untuk persiapan mental, dan kontrol ibadah untuk persiapan agama supaya aku bisa ngerayu Allah untuk ini. Sampai ketemu di titik terbaik menurut takdir Aruna Senja Darmawangsa. Semoga kita bertemu lagi dengan versi terbaik masing-masing, supaya kita saling merasa beruntung nantinya. Ana uhibbuki fillah," jelas Askara menghembuskan napas kasar. "Selamat berkelana, Tuan. Semoga takdirmu dan takdirku bisa menyatu secara sempurna. Ana uhibbuka fillah wakafa billahi syahida."