Amor Nodum Mortuus Est

Amor Nodum Mortuus Est

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 27, 2019
"Biarkan cinta kita erat bagai simpul mati Misteri bagai sandi rumput Sekokoh bagai pionering Ku ingin engkau tau Besarnya rasa cintaku Menyala bagai api unggun Abadi seperti di dadaku" Awalnya aku tidak berpikir akan menjadi seorang anak pramuka. Tidak pernah terlintas sedikit pun di pikiranku. Namun, pramuka merubah hidupku yang tadi biasa saja menjadi luar biasa. Setelah perkemahan itu kita mulai saling mengenal dan semakin dekat. Aku ingin cinta kita seperti lagu yang kau nyanyikan padaku. Ya, cinta simpul mati.. Disana kita bertemu. Disana cinta kita bersatu. Akan selamanya begitu
All Rights Reserved
#89
masakecil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bocah-bocah di Bawah Pohon Asam
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • C I N (T) A (COMPLETE)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • FRIENDzone (Completed)
  • SKALA (Reana) COMPLETED
  • DeaSea
  • unrequited love (Completed)✔

sebuah desa kecil bernama Pabean, tempat pohon asam tua menaungi jalan kenangan, tumbuhlah kisah anak-anak sekolah dasar yang perlahan belajar tentang hidup, persahabatan, dan perasaan yang tak bisa mereka namai. Midum, bocah laki-laki yang canggung tapi peka, menapaki hari-hari bersama Melisa-teman sekelas yang tumbuh lebih cepat darinya, baik fisik maupun keberaniannya bersuara. Lewat kegiatan sekolah, lomba pramuka, dan interaksi sederhana seperti ejekan yang diselipkan rasa suka, Midum menyimpan diam-diam kecemburuan dan kekaguman. Hadir pula sosok Zarnuji yang tak hanya cerdas, tapi juga sering menjadi pasangan Melisa dalam banyak kegiatan, memperdalam konflik kecil di hati Midum. Cerita ini adalah potret halus masa kecil tahun 1980-an, yang dituturkan dengan liris dan jujur. Ia mengajak pembaca menengok kembali masa ketika cinta belum sempat disebut, namun terasa begitu dalam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines