PLUVIOPHILE

PLUVIOPHILE

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 6, 2019
Masalalu membelenggu diriku, menjeratku, dan menenggelamkanku. Namun karena masalalu aku kembali bertemu denganmu. Karenanya aku tak akan menyalahkan masalalu atas semua nasib buruk yang telah menimpaku. -Raina Agastya ... Gadis itu beberapa kali mengerjapkan matanya, saat merasakan sebuah rengkuhan hangat dari balik punggungnya. Terlebih dua tangan kekar yang melingkar dan mengunci pergerakan tangan gadis itu. Membekukan pergerakannya, bahkan otak cerdasnya tidak mampu menerka apa yang sebenarnya terjadi beberapa saat lalu. Sedetik kemudian tubuh gadis itu kembali menegang saat dirinya merasakan hembusan hangat di tengkuknya, membuatnya kembali ingin memberontak. Namun sebuah suara membuatnya mengurungkan niatnya. Berganti dengan debaran kencang pada jantungnya. "Sstt... it's me." Ucapnya pelan tepat didepan telinga gadis itu. Seketika air mata Raina luruh mendengar suara itu. "Al..." gumamnya sambil terisak, tak percaya dengan apa yang didengarnya. "it's oke. I am here.." .... Publish: 01042019 Finish: -
All Rights Reserved
#218
raina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Become a Parent's [END]
  • Edgar : Between Chaos and You
  • Rainangkasa #2 [END]
  • Secret Admirer (Tamat)
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Abu Abu [ completed ]
  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • She is fake nerd?✔(Proses Revisi)
  • Legatha [END]
  • F A K E ? [End]

Silahkan Follow dulu sebelum membaca... [Cerita ini murni pikiran saya sendiri, don't copy my story! Maaf jika ada kesamaan nama tokoh, ataupun kata-kata dalam cerita] • • • Cuaca malam yang dingin, seorang remaja laki-laki tidak sengaja mendengar suara tangisan saat ingin pulang ke rumah nya sehabis berkumpul dengan teman temannya di markas mereka. Dia penasaran dan mulai berjalan mendekat ke arah suara itu berada. Setelah tiba, remaja lelaki itu tampak terkejut karena ternyata dia melihat ada seorang bayi laki-laki yang menangis sendirian ditengah malam yang mencekam ini. "Bayi?" batinnya bertanya-tanya. Dia bingung dengan pikirannya sendiri, ingin menghampiri tapi..... Karena tidak mungkin dia tiba-tiba membawa seorang bayi ke rumah nya, dengan tega akhirnya dia memilih untuk segera pergi dari sana sebelum ada yang menyangka aneh-aneh tentang dirinya dan bayi itu. Saat ingin melangkah pergi tiba tiba bayi yang berusia sekitar 1 tahun itu memanggil nya..... "PAPA!" ucap bayi itu. •

More details
WpActionLinkContent Guidelines