PLUVIOPHILE

PLUVIOPHILE

  • WpView
    LECTURAS 53
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, jul 6, 2019
Masalalu membelenggu diriku, menjeratku, dan menenggelamkanku. Namun karena masalalu aku kembali bertemu denganmu. Karenanya aku tak akan menyalahkan masalalu atas semua nasib buruk yang telah menimpaku. -Raina Agastya ... Gadis itu beberapa kali mengerjapkan matanya, saat merasakan sebuah rengkuhan hangat dari balik punggungnya. Terlebih dua tangan kekar yang melingkar dan mengunci pergerakan tangan gadis itu. Membekukan pergerakannya, bahkan otak cerdasnya tidak mampu menerka apa yang sebenarnya terjadi beberapa saat lalu. Sedetik kemudian tubuh gadis itu kembali menegang saat dirinya merasakan hembusan hangat di tengkuknya, membuatnya kembali ingin memberontak. Namun sebuah suara membuatnya mengurungkan niatnya. Berganti dengan debaran kencang pada jantungnya. "Sstt... it's me." Ucapnya pelan tepat didepan telinga gadis itu. Seketika air mata Raina luruh mendengar suara itu. "Al..." gumamnya sambil terisak, tak percaya dengan apa yang didengarnya. "it's oke. I am here.." .... Publish: 01042019 Finish: -
Todos los derechos reservados
#29
raina
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • She is fake nerd?✔(Proses Revisi)
  • Vìřģøųñđ || End✔
  • Kelas A [End]
  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • Rainangkasa #2 [END]
  • Say My Name
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • Legatha [END]

"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido