GARIS HIDUP DAN TAKDIR
"Aku tidak memerlukan izinmu untuk menikahinya, dia kekasihku sedari dulu dan selamanya." Wistara Vasant.
"Kalau begitu, lepaskan aku." Jiva Maarisha.
"Dalam mimpimu." Wistara Vasant.
Jiva Maarisha, tak seperti namanya. Hampir tidak pernah merasa puas dalam hidupnya. Apalagi selalu dinomor duakan semenjak kanak-kanak mengubah dirinya yang selalu mengalah menjadi egois.
Akibat obsesinya terhadap sang suami yang lebih muda darinya itu, Jiva Maarisha melakukan segala cara untuk mendapatkan Wistara Vasant.
Namun pada akhirnya ia harus memilih untuk bertahan dalam neraka pernikahan cinta sepihak itu atau memilih berjuang melepaskan semuanya.
Bagi Wistara Vasant, cintanya sudah habis pada Gina Hilmani yang tidak lain adalah sepupu Jiva. Ia semakin menyakini hal itu sampai setelah mengetahui akal bulus sang istri untuk memilikinya. Wistara bersumpah untuk membalas sang istri hingga istrinya menyesal memilihnya.
Namun, ia menjadi gamang saat Jiva berhenti mempertahankan pernikahan mereka dan memilih untuk pergi.
Begitu pula dengan Dina, yang selalu merasakan kekurangan baik kasih sayang, perhatian dan juga kehidupan yang serba kekurangan. Ia menemukan bahwa dengan bersama Tara dirinya bisa tercukupi tetapi kenyataan berbeda. Sepupunya telah merebut kekasihnya.
Namun saat ia merasa sudah bisa menggenggam Tara, hanya kepahitan yang didapat dan tentu saja ia menyalahkan semuanya kepada Jiva.