Legi
  • WpView
    Reads 2,111
  • WpVote
    Votes 135
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 25, 2019
[UPDATE SESUKA HATI] "Cuma mau bilang, wibu juga manusia." Sendirian didalam ruangan adalah sebuah kebiasaan, begitu pula dengan kesunyian yang senantiasa menemani. Bagi gua orangtua itu sesuatu yang sulit di deskripsikan, mungkin untuk lu semua Orangtua adalah sesuatu inti kebahagian tertentu. Dan menurut jalan hidup gua, Orangtua itu sesuatu yang sangat mengerikan. Yah sangat menyakitkan juga untuk kembali mengingat semuanya. •CatatanLegi•
All Rights Reserved
#20
waifu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Ragashka [END]
  • HIDDEN I (The End)
  • ELGITA  (TERBIT)
  • LIKE A FOOL
  • LANGIT {NEW VERSION}
  • SALAH RASA (TAMAT)
  • Rintik Hujan
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • REGRET [END]

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines