JODOH PILIHAN ABI

JODOH PILIHAN ABI

  • WpView
    Reads 326
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 25, 2019
Aku percaya bahwa mencintai tak harus mengenal dan melihat rupa. Karena jauh sebelum itu ada cinta yang lebih dari pada ini bahkan aku tak pernah melihat rupa Nya tapi bisa merasakan hadirnya cinta. Ya itu adalah CINTA kepada Rob ku. Cinta yang teramat menenangkan hatiku. Dan cinta yang menghadirkan orang yang mencintaiku. Dia adalah HUMAIRAH ku BIDADARI surga yang ALLAH hadirkan untuk melengkapi DUNIA ku.
All Rights Reserved
#245
agama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Titipan Jantung Untuk Gladis
  • My Teacher My Husband
  • Doa yang Tergantikan
  • Menunggu Halal Bersamamu
  • Bukan Bidadari Mu (✔)
  • Menatap Untuk Menetap [END]
  • untuk mahramku
  • Raden Aluna | END
  • TAKDIR PERSAHABATAN RARA
  • Terpaan Angin Masa Lalu

"Ragamu memang telah mati, habis dan tak tersisa namun jantungmu masih terus bersarang serta selalu ikut berdetak bersama setiap hentakan denyut nadiku. Begitupun cintamu tak akan pernah mati walau tangan kita tak lagi saling berpegang untuk saling menguatkan, karena kita sudah dipilih Tuhan untuk saling menyatu."-Gladis Benar kata orang cinta itu milik kita namun hanyaTuhan yang punya kuasa untuk menyatukannya, cintaku pada Agung memang tak pernah mati walau dia sudah pergi lebih dulu kepada pemilik hati yang sebenarnya, dia korbankan jantungnya untukku agar aku terus hidup tapi bagaimana mungkin aku hidup sementara hatiku mati?. Seperti ucapannya untuk yang terakhir kali "Gladis jangan jadi wanita yang lemah, hapus air matamu dan melangkah terus kedepan. You must go on, aku akan selalu menjagamu walau jarak kita tak lagi dekat."-Agung. Ntah bagaimana cara aku melanjutkan hidup ini tanpa dia, tanpa senyumnya dan tanpa semangat darinya. Saat ini yang ada dalam pikiranku hanyalah kematian, aku ingin pergi bersamanya berbagai cara aku lakukan bahkan dengan menghabisi nyawaku sendiri tapi percuma sia-sia saja, seakan Tuhan lebih mencintai nyawaku daripada penderitaanku. Aku lemah dan tak punya semangat untuk hidup sampai akhirnya Tuhan punya jawaban dari semua doa ku mungkin juga doa Agung dari atas sana, dia titipkan seorang lelaki yang baik hati memberi aku kekuatan dan alasan untuk melanjutkan hidup ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines