Bumi Belly

Bumi Belly

  • WpView
    Reads 445
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 15, 2019
Aku Belly. Terlahir, bukan dengan tangisan, malah seperti tertawa menggairahkan. Ibuku, Crash dan ayahku Ray, kedua sosok yang mendefenisikan, bahwa mereka adalah seisi bumi yang kuingini. Aku juga bingung, apa arti belly. Pertama, aku tak suka menari, seperti ibuku. Kedua, Aku tak pandai meragakan tari erotis itu. Ketiga, aku akan menanyakan kepada ibu, sejarah nama 'Belly' dan menjelaskannya di setiap bab ceritaku. Kalau nanti ceritaku tak semenarik cerita ayah dan ibuku, aku janji, tidak akan berhenti, sekalipun kalian berhenti. Aku akan tetap bercerita, sampai kukenali sosok ayahku "Ray" yang telah pergi dari bumi. Karena aku, belum banyak bicara lebih. Ini untukmu, ayah. Ayahku meninggalkan bumi, orang-orang tetap menghargai. Karena, ceritanya abadi. Salam, dari Bumi Belly.
All Rights Reserved
#16
setara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan ZONK!
  • Latte, Sun, Secrets (Ejen Ali x Bumi Series Tere Liye)
  • Broken Home
  • A Sloppy Girl's Diary
  • 'MY BELOVED HUSBAND'
  • Belvita Transmigrasi
  • Tubby, I Love You! (Selesai)
  • I'm Not A Villainess
  • OneStory

"Jadi gue harap lo bisa akting" Abel mendongak menatap bingung Aidan "Akting? Untuk apa?" Aidan berdecak. "Hamil!" bentak Aidan ketus. Abel terkesiap Akting hamil? Padahalkan dirinya memang benar-benar hamil! Kegilaan macam apa lagi ini! "Gue harap lo bertindak layaknya wanita hamil" Abel mendengus. Memangnya wanita hamil bertindak seperti apa? "Pokoknya sebelum bayi itu lahir, lo harus bertindak layaknya orang hamil. Jangan lupa setiap bulannya lo harus membesarkan ukuran perut, dan buat se 'real' mungkin biar orang-orang percaya" Abel tersenyum miris mendengar setiap ucapan yang Aidan lontarkan. Bagaimana mungkin dirinya harus berakting layaknya orang hamil, sementara dirinya sendiri hamil tanpa diminta? Aidan langsung berbalik pergi, Abel mendengus. Kemudian menundukkan kepala menatap perut datarnya "Sabar ya sayang, jangan merasa 'aneh' mendengarkan percakapan mama tadi. Seengaknya mama nggak harus nutupi perut mama untuk bulan-bulan selanjutnya kan?" jelas Abel, pada calon bayinya. Setidaknya dengan adanya 'titah' Aidan ini. Mau sebesar apapun perut Abel nanti, ia tak perlu risau, karena pasti Aidan akan menganggap 'perut buncit' Abel itu bohongan. (CERITA SUDAH TERSEDIA LENGKAP DI KARYAKARSA!) Start: 27/6/1

More details
WpActionLinkContent Guidelines