Story cover for Dream by Re-Genesis
Dream
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Mar 22, 2019
Seperti apa kehidupan remaja saat bersekolah? Mendapat pendidikan, persahabatan, dan asmara. Itu semua adalah hal yang umum terjadi di dunia ini. Namun tidak bagiku.

Aku Gilerino Ken, nama yang diberikan oleh kedua orang tuaku yang telah tiada. Selama 16 tahun, aku hidup seperti burung yang berada di dalam sangkar. Aku tidak memiliki kebebasan seperti anak-anak lain. Sesekali aku dibiarkan keluar untuk hanya sekedar mengenal dunia luar. Namun pada saat tertentu, aku akan keluar dalam kurun waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan latihan.

Hampir satu tahun, aku hidup sebatang kara. Itu bermula saat layar televisi disibukan dengan berita yang menggemparkan negara ini. Beberapa hari terakhir, setiap stasiun televisi menyajikan berita itu.  Dengan mata kepalaku sendiri, aku menyaksikan dibalik layar televisi bagaimana kedua orang tuaku dibunuh. Umumnya, seorang anak akan bersedih ketika melihat orang tuanya meninggal, bahkan tidak akan mengherankan bila anak itu akan menangis sambil berteriak memanggil orang tuanya, tapi aku tidak.

Aku berbeda, tidak ada air mata yang menetes, atau pun kesedihan. Aku merasa kematian adalah hal yang alami, di mana yang hidup pasti akan mati. Apakah ini akibat dari perasaan lega karena selama ini kedua orang tuaku telah melilitkan rantai pengekang kebebasanku? Tidak... justru aku bersyukur memiliki orang tua seperti mereka. Karena mereka telah mewarisiku senjata.
All Rights Reserved
Sign up to add Dream to your library and receive updates
or
#436psikologis
Content Guidelines
You may also like
Become an Extra or Main Character [END] by abcde_zzZZ
36 parts Complete
Sebuah pertanyaan. Bagaimana caranya untuk bahagia? . . . Seorang perempuan yang hidup tanpa kebahagaiaan, kini mendapatkannya dengan mudah. Caranya? Tidak ada. Kebahagiaannya itu lenyap seolah ditelan bumi sejak ia lahir dan membuka matanya. Kehidupannya yang miris sungguh sangat disayangkan. Tapi, satu kejadian yang ia anggap itu adalah awal kebahagiaannya adalah... Saat ayahnya sendiri yang mengambil nyawanya. Sebuah kebahagiaan yang perempuan itu dapatkan sekian lama, akhirnya lenyap lagi karena suatu hal yang kembali terulang. Dalam mimpinya, seorang gadis memberinya harapan dengan hidup bahagia bersama orang-orang yang akan mencintainya. Tapi itu pun kembali lenyap seakan kebahagiaan enggan untuk dimiliki oleh perempuan itu. • • • Apakah kehidupan keduanya ini bisa menebus penderitaannya? Jika bisa, bagaimana cara mempertahankannya? Dan jawabannya selalu, TIDAK. • • • " Katanya, kebahagiaan tidak bisa terus dimiliki. Layaknya roda berputar, semua hal bisa didapatkan, meski itu hal yang tidak diinginkan. Semua hal yang didapatkan tidak akan selalu hal baik. Baik di dunia manapun, hal baik tidak selalu tetap. Itu bukanlah hal yang kekal. Tidak perlu juga mencari apa itu kebahagiaan dan bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan. Karena saat mensyukuri semua yang kita miliki, saat itu juga kita akan merasakan kebahagiaan dengan cukup." Ucap seseorang yang sudah terbiasa menerima kebahagiaan selama hidupnya dan tidak pernah tahu apa itu kesengsaraan. . . . ⚠️⚠️⚠️ →Cerita ini murni hasil imajinasi saya sendiri❗ →Tidak menerima plagiarisme dalam bentuk apapun❗ →Mohon maaf jika mungkin ada beberapa kata yang kurang tepat atau salah pengetikan, dan juga mungkin ada kesamaan dalam nama atau watak karakter. ⚠️⚠️⚠️ ♡♡♡
You may also like
Slide 1 of 9
Paradise cover
Hopeless cover
The Elements cover
Story Of You cover
Become an Extra or Main Character [END] cover
Tears Of Sincerity [TERBIT ✓] cover
I'm broken [BHS#1]✓ cover
Breathe cover
ON REMEMBERING cover

Paradise

52 parts Complete

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.