Menanti

Menanti

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 22, 2019
Hujan turun saat malam tiba Ada cerita dibalik hujan dan malam Bukan hanya cerita Tetapi juga sebuah pertanyaan Diruang tengah kami menunggu, bertanya, bahkan menduga-nduga Bertanya, kapankah Ia akan tiba? Dimana Ia? Berteduhkah Ia diluar sana? Saat hujan reda Aku pun membuka pintu, dan begegas keluar rumah Melihat sorot lampu dari kejauhan Menduga Ia telah tiba, tetapi aku salah Itu hanya seseorang yang sedang huru hara di kompleks Malam semakin larut Ia tak kunjung tiba Tepat jam 21:20 Seseorang mengetuk pintu Dan ternyata Ia pun tiba Melihat kaki yang berkerut terkena air hujan Wajah yang pucat dan pakaian yang basah Membuat aku merasa lemah Sungguh berat beban yang Ia panggul Ada janji tersendiri setelah cerita itu Kelak beban yang Ia panggul Akan terganti oleh indahnya hari tuanya Tetapi Ia tak butuh sebuah janji Bukti yang akan memuaskan hatinya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Tertulis Dalam Doa
  • Behind the Silence
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Mahligai Sunyi
  • Hujan Dikeabadian
  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja

Di balik diamnya, Elora menyimpan samudra rasa yang tak pernah ia tuntut untuk dibalas. Ia mencintai dalam senyap, menyayangi dalam setia, dan percaya dalam buta. Alaric datang bagai cahaya pertama di pagi yang muram-menghangatkan, menyembuhkan, dan membuatnya percaya bahwa cinta bukan sekadar angan. Namun waktu mengubah segalanya. Alaric, yang dulu berjanji tak akan pergi, perlahan menjauh dalam kebohongan-kebohongan kecil yang tumbuh menjadi luka besar. Janji-janji yang dulu manis, kini hanya jadi abu di telapak tangan Elora-tak bisa digenggam, tak bisa dihapus. Ini bukan sekadar kisah tentang cinta yang retak, tapi tentang hati yang belajar untuk berhenti menggenggam hal-hal yang tak lagi ingin tinggal. Tentang perempuan yang perlahan menjahit kembali dirinya, meski benangnya adalah air mata dan kesepiannya sendiri. "Saat Janji Menjadi Luka" adalah sajak panjang tentang kehilangan, tentang keberanian untuk mencintai, dan tentang bagaimana hancur bukanlah akhir dari segalanya. di bawah langit senja yang perlahan berubah kelam, ada dua hati yang pernah saling menemukan-seperti dua kepingan puzzle yang akhirnya menyatu. jatuh dalam cinta yang tak terencana. dunia mereka begitu indah, penuh tawa, dan janji-janji yang ingin diabadikan. namun, tak semua kisah cinta diciptakan untuk selamanya. di antara kebahagiaan itu, takdir juga menyiapkan perpisahan yang tak mampu mereka hindari. meski cinta mereka begitu dalam, ada hal-hal yang tak bisa dilawan-ego, luka, dan keadaan yang memaksa mereka mengambil jalan masing-masing.

More details
WpActionLinkContent Guidelines