Cerita ini ditulis untuk dia yg terlalu takut untuk jatuh cinta lagi, dia yg terlalu naif untuk mengatakan "jika kamu bahagia akupun bahagia", untuk dia yg terlalu bodoh karena terus mengalami siklus yang sama "dilambungkan setinggi langit, kemudian dihempaskan hingga hancur berkeping-keping", dan untuk dia yg dengan ajaibnya selalu sembuh dengan sendirinya hanya dengan sebuah kata.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
"Jangan gitu Bun nanti ketahuan klo ini cuman kesalahan pahaman nanti nyesel Lo ,tar di baik²in malah jadi cinta"
"Paansi lo ga akan"
Beneran nih ga akan?Terjawab jika kalian membaca cerita ini.