You
  • WpView
    Reads 10,595
  • WpVote
    Votes 955
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 30, 2020
"Seperti yang pernah Bapak katakan, saya sangat keras kepala. Kita pasti akan selalu berantem nantinya dan-" belum selesai mengeluarkan kekesalannya, lelaki di dep- bukan, disampingnya memotong ucapannya. "Dalam sebuah hubungan, pertengkaran pasti ada. Asal kita bisa selesaikan dengan kepala dingin tanpa harus adu otot." jawab optimis dari lelaki yang saat ini membuka handuk basah yang melilit di kepala gadisnya. "Bapak kan gak suka sama perempuan cerewet, gak suka perempuan yang berantakan, gak suk-" "Gampang itu mah, tipe idaman saya gampang di rubah, saya suka kamu cerewet, rumah saya kegedean, ada kamu kan jadi lumayan rame." Kekehan kecil lelaki itu menambah kesal gadis yang sekarang melempar kulit kacang ke arahnya. "Bapak kenapa hobi banget bikin orang kesel. Ada aja jawaban nya. Ini tangan gak bisa diem bentaran, centil banget perasaan. Rambut saya masih basah Pak, bantuin keringin enggak, bikin kusut iya." Kirain mau bantuin keringin, lah malah di jadiin mainan. "Emang mau ngomong apa lagi sih, di bilangin tadi kamu gak bakal menang dari saya. 95% tipe idaman kamu ada di saya, jadi gak ada alesan lagi buat kamu nolak saya. Susah banget ya buat bilang kata 'iya' ?" Gemas menunggu jawaban gadis di depan nya yang kini sibuk menonton setoples kacang asin di pangkuannya. "Kinar...." Hening, sang gadis masih belum mengeluarkan suaranya meski kini sesekali melirik ke arah lelaki disampingnya yang sedang menatapnya. "Tetangga sebelah rumah saya pantatnya panuan karena gak mau jawab pertanyaan orang." "Yaudah" meski kecil lelaki di sampingnya masih bisa menangkapnya. "Yaudah apa ? Saya kurang jelas dengernya" kini wajah lelaki itu sedikit maju untuk memasikan jawaban nya. "Yaudah iya" Lega sudah mendengar jawaban gadis di depan nya. "Gitu dong dari tadi, debat sama kamu saya jadi lapar, bikinin makan dong" Jika tadi hanya kulit kacang yang di lempar kini berubah jadi lemparan dua bantal sofa, oh jangan lupa handuk basah juga. "BAPAK MINGGAT SANA"
All Rights Reserved
#58
mood
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mas Mas Sekretaris Kabinet (Completed)
  • Sweet Revenge (Tamat)
  • Mr. Right For Now
  • Virtual distancing
  • True Love??!
  • COUPLE IN LAW [COMPLETED]
  • Boss Galak  & Sekretaris Badung [TAMAT]
  • S I N G G U N G

Terbit : 07 Desember 2024 Tamat : 07 Juni 2025 Terbit setiap hari sabtu dan rabu ~~~~~ " aku gak nyangka aku beneran ke sini jadi pasangan kamu. " ucap ku lirih berdiri di samping Teddy. " kenapa? hm? " tanya Teddy lembut sembari menoleh ke arah ku dan memandang ku dengan seksama. " aneh aja. " sahut ku singkat. Tanpa ku sadar aku mengenggam erat tas jinjing ku dan Itu di sadari oleh Teddy dalam diamnya. " gugup? " tanya Teddy saat merasa aku yang sedikit merapatkan tubuh ku pada dirinya. " little bit. Aku gak biasa liat kamera dan orang sebanyak ini. Apalagi semua kayaknya ngeliatin kita. " jawab ku. Dan ucapan ku ini membuat Teddy melingkarkan tangan nya di pinggang ku yang berbalut kebaya berwarna biru muda. Serasi dengan dasi yang di pakai oleh dirinya. Ku rasakan Teddy segera mengusap punggung ku dengan perlahan. Memberi tambahan energi untuk ku saat ini. " Tenang. Ada aku. Ada bunda sama ayah juga. Kak Tika juga datang. " Janji Teddy seraya berbisik di samping telinga ku. Yang entah mengapa justru membuat ku tenang dan mulai merileks kan tubuh ku di samping dirinya. Dan di tambah lagi usapan tangan Teddy di pinggang ku juga ikut menenangkan ku. Apalagi semenjak tadi Teddy selalu berada di samping ku dan tak meninggalkan ku sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines