Aku Dan Lautku [HIATUS]

Aku Dan Lautku [HIATUS]

  • WpView
    Reads 184
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 26, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Palu, 28 september 2018 Bukan hal yang biasa saja bagi warga kota Palu dan sekitarnya. Pasalnya, kami diguncang gempa dengan magnitudo 7,7 yang 'katanya' harusnya tidak berpotensi Tsunami namun Tsunami terjadi, ditambah dengan likuifaksi yang terjadi di wilayah-wilayah tertentu. Banyak korban jiwa akibat tragedi itu, banyak yang stres akibat kehilangan harta benda dan sanak saudaranya, banyak yang trauma karena termasuk saksi mata marahnya laut dan gilingan lumpur. Setiap orang pasti memiliki ceritanya masing-masing waktu tragedi itu, dan sekarang melalui cerita ini, hasil buah tangan saya, izinkan saya mewakilkan perasaan saudara-saudara saya untuk menceritakan kisah pilu kami. Bukan bermaksud apa-apa, hanya ingin membagi cerita yang mungkin ingin teman-teman tahu. Dan dicerita ini, ada sebagian kisah nyata yang saya alami sendiri ada juga merupakan hasil karangan saya yang mungkin dialami oleh saudara-saudara saya yang termasuk korban 28September kemarin. Jika ada kesalahan kata yang dapat menyinggung hati para pembaca dengan tulus hati saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Happy Reading Guys🌹
All Rights Reserved
#41
tsunami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rakabumi (COMPLETED)
  • Jejak Waktu [Complete]
  • unexpected
  • SILVANNA
  • Hunting Breath (END)
  • Broken melodies
  • ALEYA~~
  • Bayang Keabadian ✔

"ketiadaan kisah kita dalam cerita hidupku bukanlah kemauanku, maka kini kujabarkan betapa hebatnya angan masa depan yang kunostalgiakan padamu, dulu." ◈ ━━━━━━━━ ⸙ - ⸙ ━━━━━━━━ ◈ [Jadi kau akan tetap menyukaiku?] Anggukan mantap dari lelaki di samping tak mampu membuat ekspresi serius si gadis memudar. Malah nampak semakin serius dengan tatapan menyelidik. "Apa kau akan melarangku?" Arunika mengedikkan bahu. Bingung mau menjawab apa. "Kalau membuatmu menyukaiku, apa kau akan melarang juga?" Gelengan cepat dan mata terbelalak membuat Raka berdecak sebal. Ia menghela napas gusar, gejolak perih kemudian merembes memenuhi rongga dadanya. "Kenapa?" pertanyaan itu lolos begitu saja. Seperti hatinya sedang berusaha menyampaikan rasa kecewa dari lirihan suara yang terdengar. [Aku bisu.] Lelaki itu menggertak gigi kesal. "Lalu apakah aku harus mengucapkan 'aku tak peduli' dua kali?" [Kau sudah mengatakannya dua kali.] "Arunika!" Raut wajah Raka berubah kesal. Ia menatap datar gadis yang kini kembali tergelak karena ulahnya. dengan Gerakan cepat jemari si gadis mengetik pesan pada layar. [Kamu ganteng. Tapi jika sedang marah, jelek sekali.] »»-------- ★ - ★ --------«« Panggil saja, Arunika. Gadis sederhana pengidap disabilitas fisik. Peralihan dari panti asuhan ke rumah mewah dengan suasana tak bersahabat, menjadikan ekspektasi tentang istana penuh bunga berbalik menjadi tragedi mengerikan yang menikam senyum cerianya. Rakabumi. Begitu kedua orang tua menamainya. Terlahir karena ikatan cinta meski harus berakhir dengan jeritan dan isak tangis sang Ibunda, meminta cerai. Penyesalan atas ketidaksetiaan Pria paruh baya selama bertahun-tahun itu tak mampu mengubah keputusan. Menjadikan ending bahagia yang seharusnya dijanjikan berubah menjadi pilu lara tak berkesudahan. since, 25 Agustus 2022 End, 12 Februari 2025 happy reading^^ Update : Senin

More details
WpActionLinkContent Guidelines