We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
~THINKERBELL~

~THINKERBELL~

  • WpView
    Reads 214
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 24, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
•{loong chapter in the story}• •#1 chapter = 1000+ kata Dahulu, aku memiliki sebuah cerita indah mengenai seorang malaikat baik yang menolongku. dia sempurna dan penuh tawa. Di tiap hari-hariku pasti selalu terhiasi warna indah hingga pada akhirnya, diakhir waktu warna itu menjadi kelabu. Dia meninggalkanku. Dan sekarang, aku kira aku kembali menemukannya. Seorang lelaki baik yang kembali menyalakan Warna indah di dalam hidupku .Aku kira dia adalah malaikat yang dulu. tapi ternyata sesosok lelaki lain suatu saat mendatangiku dan mengaku dia adalah masa laluku. Jadi, manakah diantara mereka yang benar benar malaikat yang kurindukan? So, - jangan cuma baca di awal cerita ya.. Mari kita gali kebenaran dan pecahkan permasalahan di antara kisah Arabella, Aidan, dan zaidan ini. See you:)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • (ADC) Antariksa's Detective Club 1.0 -New Member?「Completed √」
  • My Angel
  • Ex or New? [REVISI]
  • Golden Hour
  • Secret of an Angel [Completed]
  • Crazy Couple [End] ✔
  • Blunder #0 [BELUM REVISI]
  • The Secret of Ice Girl [Selesai]
  • lengkara

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines