Tukar Akal [ANTOLOGI PUISI]

Tukar Akal [ANTOLOGI PUISI]

  • WpView
    Прочтений 206
  • WpVote
    Голосов 34
  • WpPart
    Частей 5
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published втр, авг. 11, 2020
WpInfo
Поэзия
[Antologi Puisi] Tukar akal. -- Berisi beberapa kata atas segala rasa yang saya rasakan. Menjadikannya sungai-sungai abadi di mata ibu ketika menatap netra. Baca perlahan dan kau akan mengenal arti kata 'saya'. Jika Kahlil Gibran beranggapan kata 'saya' bermakna samar, kadang membingungkan dan terkadang bermakna banyak hal. Maka, kata 'saya' dalam diri saya bermakna rakaruan. -- Terimakasih telah membaca, dan jatuh lah anda kepada sangkar kata-kata yang bermakna tunggal, ambigu, bisa jadi bermaksud banyak hal. #9-phoem #2-phoem #6-puisibaru
Все права сохранены
#8
phoem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Aksara Tak Bertuan
  • Diksi Dalam Sepi
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • KIARA [End]
  • Indonesian Poetry
  • BAPER {SELESAI}
  • DERETAN HARU BIRU "Antologi Puisi"
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • Suara Asa: Nolisa
  • Story of Blue - Kemana Lagi Kamu Berlayar Kali Ini? (Poetry)

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! © 2026 by AuthorKhentut. All Rights Reserved.

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту