We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Sajak Cendayam

Sajak Cendayam

  • WpView
    Reads 616
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 25, 2019
WpInfo
Poetry
Kumpulan Puisi Yang terbuat dari sebuah pensil di celah jari yang menggoreskan tutup fikirnya diatas kertas polos. Mengungkap yang sudah lama telungkup. Menceritakan yang sudah lama menjadi rahasia. Membuka yang sudah lama tertutup. Memperbaiki yang sudah lama rusak. Semoga bisa melayani sepi, Salam manis dan selamat membaca.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Can You Give Me One More Chanche
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Menanti dalam istiqomah
  • Dari Dialog Kita : Sebuah Puisi
  • Diam
  • Lembut Seperti Doa
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Almost.
  • Rangkaian Aksara
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)

Aku hanya lupa bagaimana caranya menyatakan cinta... dan menjaga hatinya. ~rendy *** "buku ini, menceritakan kisah sebuah hati yang mengalami rasa sakit berkali-kali, hancur berkeping berulang kali, tapi tidak pernah menyerah untuk mencintai. Intinya hati kita itu kuat buat melakukan itu semua, cuma mungkin karna kita merasa tidak kuat menahan rasa sakit nya... kita menyerah gitu saja. Padahal masih ada kesempatan, inti dari cerita ini adalah kisah sebuah hati yang membutuhkan kesempatan." Jawab ku mengakhiri pertanyaan sang wartawan itu. kini semua nya berdiri dan memberikan tepuk tangan pada ku. Tapi satu-satu nya objek yang berulang kali aku tatap adalah gadis itu. sejak dulu aku tidak pernah bisa mengalihkan tatapan ku dari nya, kini itu pun terulang lagi. Ya Tuhan, jagalah kebahagiaan nya untuk ku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines