He
  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 24, 2019
Cinta. Benci. Dendam. Kehilangan. Permainan. Penghianatan. Penghinaan. Sandiwara. Semua berada dalam garis takdir kedua insan yang berada dalam fase metamorfosis. Benang merah yang awalnya rapi telah menjadi kusut. Berbelit. Hingga mereka tak mampu mengatasinya. Hanya ada 2 cara menghadapinya : Memutuskan benang yang terbelit. Atau. Mengatasi belitan dengan sabar hingga kembali seperti sedia kala walaupun menimbulkan bekas. Apa yang akan mereka lakukan? Mengatasi? Atau malah memutuskan? Kita lihat saja apa yang akan mereka pilih.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Connecting Red Yarn
  • Sun Love
  • Penyihir Jahat vs Penyihir Baik
  • The Pain We Never Said
  • Haruskah Aku Bertahan?
  • BENANG MERAH (End)
  • Eternal Bond

Benang merah sangat berarti untuk menyatukan cinta kedua insan yang memang ditakdirkan bersama. Sayangnya kecelakaan malam itu tak sengaja membuat Luhita berpartisipasi dalam memutus batas antara benang merah dan benang hitam. Terputusnya batas itu menyebabkan benang merah tak bisa berlaku efektif seperti sebelumnya, sembari menunggu waktu satu bulan supaya batas benang merah dan hitam kembali terpasang Luhita harus membuat orang-orang yang samar-samar terlihat benang merahnya berinteraksi supaya bisa disatukan di masa depan. Jika tidak berinteraksi maka seterusnya benang hitam akan membelenggu orang-orang yang masih terikat benang merah samar itu dengan takdir tragis yang senantiasa mengikuti hingga ajal tiba. Padahal, kan, Luhita korbannya. Kenapa malah Luhita yang harus bertanggung jawab untuk kehidupan percintaan satu kota?

More details
WpActionLinkContent Guidelines