Kepriben?

Kepriben?

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 24, 2019
"Weh meh neng ndi?" sambil memegang tangan Silva. "Mau ke Sana!" bentak. Sana adalah sebuah nama tempat. "Wah!Aku ndak dijak ki priben!?!?!?" Ike ngambek "Yo Ayo to melu , cepet lah kebelet sore Ndol!" "Eh yo sek sediluk. Enteni to jan koyo ngono kui senenge kpk!" Cemberut sambil dudukkan. "Iyo iyo ayo lho ah ngko tutup. Kepriben?" sambil mengangkat tangan Ike membanti berdiri. "Hehehe yo yo, tapi aku ndak bawa duit!" Cengar cengir. "Wuah payah, ngko gampang tak utangi sek nyoh" Sambil memberi sejumlah uang ke Ike. Mereka berdua berangkat menuju tempat yang di sebut Sana.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cyber Security (Love In The Rainy Season)
  • Tunduk: Malam-Malam Milik Tuan
  • I L A L A N G ✔ (Tamat)
  • Devil in Your (ANGGARANTA)
  • last hold S2 ✓
  • Tentang Kamu, Nadia
  • Laura Lateranita Putri Victor
  • Bayangan di Malam Kelam(xodiac)
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }

Hachi terisak makin dalam, rasa takut dan bingung tumpah bersamaan. "Aku takut, Kak... Aku bingung sama perasaan sendiri. Aku lemah..." Hoshi menatap adiknya dengan mata yang berkabut. Tangannya tak lepas dari wajah Hachi, seperti mencoba merangkul segala kepedihan yang berusaha disembunyikan adiknya itu. "Nggak apa-apa. Cinta memang rumit, Hachi. Makanya Kakak membatasi kamu, biar kamu nggak dimanfaatkan. Aku nggak mau kamu terluka." Hachi mengepalkan tangannya, air mata jatuh tanpa henti. "Aku iri sama Kakak dan Souta. Seolah-olah... aku cuma ditakdirkan merasakan cinta, tapi nggak untuk bersama."

More details
WpActionLinkContent Guidelines