Wanita Penggoda

Wanita Penggoda

  • WpView
    Reads 346
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 19, 2024
Tak ada satupun wanita yang ingin mendapatkan gelar yang keji dari mulut-mulut orang yang menyakitkan. Hidupnya menjadi berantakan setelah kepulangannya menuju kampung halaman. Cibiran dan cemoohan tentang dirinya semakin memanas hingga terdengar ke telinga orang tuanya. Ia tak bisa berbuat apa-apa bahkan untuk memberikan sebuah kebenaran, apakah dia mampu menjalani kehidupan dengan gelar seperti itu?
All Rights Reserved
#87
kampung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Marriage
  • Istri Sah Ikky [B×B]
  • Ashita 2  :   your Memory Of Darkness
  • (B4) My Wife Is A Beautiful CEO
  • My Devil Husband
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • Bangun Cinta Satu Atap
  • CINTA 2
  • I'M NOT THAT BAD

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines