SheiRa

SheiRa

  • WpView
    Membaca 38
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Mar 4, 2020
Sheila tidak pernah menyangka jika pertemuan yang tidak disengaja dengan cowok itu bisa merubah hidupnya seratus delapan puluh derajat. Dan parahnya, cowok yang secara diam-diam merekam-nya saat dirinya sedang memainkan sebuah biola ditengah sebuah taman, merupakan teman satu sakolahnya. Dia adalah Rafael Fairuz Pratama. Cowok yang disegani oleh guru maupun seluruh siswi di SMA Nusa 1 Bangsa karena kepintaran-nya. Cowok yang juga diidolakan karena ketampanannya. Hidupnya yang dulu monoton, berubah menjadi lebih berwarna dan beragam dengan ekspresi layaknya sebuah drama. Drama yang tentu saja dirinyalah yang menjadi sang pemeran utama. Walaupun tak dapat dipungkiri, Sheila menyukai semua perubahan itu. Ia menikmati setiap detiknya. Dan ia juga tahu. Bahwa perubahan itu, tak akan selamanya selalu indah. . . . . "Gue suka senyuman lo." "Hah?" "Gue suka ngeliat lo senyum. Lo jadi makin cantik kalo lo senyum." "Lo gila?" "Iya gue gila. Lebih tepatnya gue tergila-gila sama senyuman lo."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#73
rafael
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • GHAVARI
  • LEITHLEACH
  • REMEMBER YOU
  • RAHASIA LAMPU KOTA (✔)
  • RAISA
  • Elegi Rasa : Pergi
  • He Wrote My Name Wrong
  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • Cuek Tapi Romantis [Dreame/Innovel]
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan