Story cover for SheiRa by Nisaa4_
SheiRa
  • WpView
    Leituras 38
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Capítulos 3
  • WpView
    Leituras 38
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Capítulos 3
Em andamento, Primeira publicação em mar 24, 2019
Sheila tidak pernah menyangka jika pertemuan yang tidak disengaja dengan cowok itu bisa merubah hidupnya seratus delapan puluh derajat.

Dan parahnya, cowok yang secara diam-diam merekam-nya saat dirinya sedang memainkan sebuah biola ditengah sebuah taman, merupakan teman satu sakolahnya.

Dia adalah Rafael Fairuz Pratama. Cowok yang disegani oleh guru maupun seluruh siswi di SMA Nusa 1 Bangsa karena kepintaran-nya. Cowok yang juga diidolakan karena ketampanannya.

Hidupnya yang dulu monoton, berubah menjadi lebih berwarna dan beragam dengan ekspresi layaknya sebuah drama. Drama yang tentu saja dirinyalah yang menjadi sang pemeran utama.

Walaupun tak dapat dipungkiri, Sheila menyukai semua perubahan itu. Ia menikmati setiap detiknya. Dan ia juga tahu. Bahwa perubahan itu, tak akan selamanya selalu indah. 

.
.
.
.

"Gue suka senyuman lo."

"Hah?"

"Gue suka ngeliat lo senyum. Lo jadi makin cantik kalo lo senyum."

"Lo gila?"

"Iya gue gila. Lebih tepatnya gue tergila-gila sama senyuman lo."
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar SheiRa à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#157sheila
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Blonde & The Cold Heart [END], de ZyraJeon_
38 capítulos Concluída
[Versi 2024-2025] ___ Rambutnya blonde, kelakuannya rusuh, dan cowok tuh cuma buat koleksi... sampai ketemu satu yang beda. Zaranne Hamilton disuruh pulang ke Indonesia gara-gara kelakuannya udah kayak bom waktu di Australia. Cewek satu ini doyan drama, hobi ngedeketin cowok cakep terus ghosting, dan anti diatur siapa pun-kecuali mungkin... cowok satu ini. Junael Maxwell Alexander. Dingin, cuek, nggak doyan cewek, dan katanya sih... gay. Tapi masa cowok gay bisa bikin jantung Zee cenat-cenut tiap kali ketemu? Zee punya satu misi: bikin si cowok es batu itu akhirnya ngerasain yang namanya panasnya jatuh cinta. Tapi ternyata, cinta nggak sesimpel flirting doang. Di kampus ini, semua orang punya rahasia. Geng cowok elite, sahabat lama yang chaos-nya kebangetan, dan keluarga yang lebih ribet dari drama Korea. Welcome to the mess. Siap jatuh cinta? Atau malah jatuh mental? ••• "Gue nggak suka cowok yang dingin. Lo tuh kayak AC 16 derajat-bikin beku tapi bikin nagih." "Dan gue nggak suka cewek yang terlalu ribut. Apalagi yang suka ngatur tanpa izin." *** "Lo pikir semua orang bakal suka lo cuma karena lo menarik?" "Nggak juga. Tapi cukup banyak yang susah nolak." *** "Hati-hati. Lo deketin yang salah." "Salah menurut siapa? Menurut gue, ini tantangan." *** "Lo nggak takut disakitin?" "Udah sering. Sekali lagi nggak bakal ngebunuh gue." *** "Kenapa lo nggak pernah ngeliat gue?" "Karena lo terlalu terang. Gue lebih nyaman di gelap." ⚠️WARNING Don't copy my story, please! Nulis cerita itu pakai waktu, tenaga, dan otak. Kalau anda cuma bisa copy paste, itu bukan kreativitas, itu cuma malas yang dibungkus berani. Hargai karya orang. Jangan ambil yang bukan milikmu.
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
REMEMBER YOU cover
Treacherous cover
Blonde & The Cold Heart [END] cover
Elegi Rasa : Pergi cover
Just be Mine [Sudah Terbit] cover
Cuek Tapi Romantis [Dreame/Innovel] cover
LEITHLEACH cover
Bearly Attracted cover
36 days with you {saida} [End] cover

REMEMBER YOU

28 capítulos Concluída

" sebenarnya aku tidak terima kalau mainanku yang berharga harus direbut mereka " Lucu sekali melihatnya malu dengan wajah memerah -Farrel Nicholas Xavier- " Berhenti menganggapku mainanmu, bodoh! Aku BUKAN barang dan juga BUKAN boneka yang bisa kamu perlakukan dengan seenak jidatmu itu! " Bagaimana mungkin dihari pertama aku berangkat sekolah harus bertemu dengan orang yang menyebalkan sepertinya? Terlebih lagi, seisi sekolah menganggap ku berpacaran dengannya dan dia -laki-laki gila itu- tidak peduli dengan gosip itu? Apasih yang dipikirkannya? -Reva Aurelia- Note: Gambar cover asli bukan milik kami.