Diary Fisya
  • WpView
    Leituras 167
  • WpVote
    Votos 26
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, mai 26, 2020
WpInfo
Ficção
Romance
[Slow update] Fisya Kayla Azzahra gadis berusia 17 tahun yang memiliki wajah cantik disertai lesung pipit pada kedua pipinya. Keramahan serta kebaikannya membuat ia memiliki sahabat yang begitu setia menemaninya. Sahabat ia temui sejak pertama kali masuk SMP. Sahabat yang selalu ngebela dia, gak pernah bosen dengerin curhatan dia, dan yang selalu gila-gilaan bareng. Abi Fisya seorang pendakwah. Fisya hidup dalam keluarga terpandang. Profesinya sebagai pendakwahyang membuat ia ingin memasukan Fisya ke pesantren. Ia sedih karena Fisya enggan untuk menutup auratnya. Mungkin pesantren satu-satunya jalan yang bisa membawa Fisya ke arah yang lebih baik. Dan karena itu juga Fisya kesal dengan abinya, ia tak suka dipaksa. Sudah berulang kali ia menolak, tetapi kebulatan tekad abinya tak bisa diganggu lagi. Akankah ia tetap teguh menolak sang Abi atau ia akan membuang keegoisan nya itu untuk memenuhi permintaan sang Abi? Salam hangat, Tentangakudankamu
Todos os Direitos Reservados
#551
islam
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Lantas (END)
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Cinta di Ambang Takdir
  • This Is Our Way | ✔
  • Kamu Separuh Agamaku [TERBIT]
  • ARABELLA [Hiatus]
  • CRUSH {END}
  • HARBORED Feelings
  • ANASTORY [END]
  • Ikhtiar Cinta Bersamamu [END/SUDAH TERBIT]

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo