We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
married

married

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 24, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Aku tidak bisa bernafas, rasanya sangat sesak, tak ada satupun orang yang mendengar teriakan ku, tak ada yang melihat, gelap, sangat gelap. Aku dimana???? Pagi..... Pukul : 07.00 Seoul, Korea Selatan Ruang besar dengan dekorasi mewah dan megah, tempat yang begitu nyaman, aman, dan damai. Rasanya ini hanya mimpi, jika melihat sekilas aku merasa seperti sebuah keajaiban bisa berada di tempat seperti ini. Jika melihat kembali ke masalalu, tepat 1 tahun yang lalu, aku bagaikan wanita kotor yang ingin membersihkan diri dengan cara praktis, aku mendengarkan dan mengikuti semua peraturan yang ada. Kehidupan yang keras memaksaku mengambil jalan pintas. Tidak perlu disesali, yang lalu biarlah berlalu yang harus ku pikirkan sekarang adalah kesehatan ibu. Aku akan menjalani kehidupan normal layaknya seorang wanita di luar sana. Jika waktu mengijinkan dan memberikan kesempatan itu kepadaku. Tapi, kenapa mimpi itu datang lagi???......
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙷𝚒𝚛𝚊𝚎𝚝𝚑 (chaesoo-COMPLETED )
  • Shining Star
  • 𝐈𝐧𝐭𝐫𝐮𝐝𝐞𝐫 [𝐌]✓
  • CEO YOUNG GOLD [YOONIE]✔
  • BLOOD HOUSE ||BTS
  • Beautiful Nightmare • MYG ✔️
  • (MIN)E SUGA / (MIN)E YOONGI (END)
  • I Promise You But Not
  • Change My life [myg]

𝘐𝘯𝘪 𝘬𝘪𝘴𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘊𝘩𝘢𝘦𝘺𝘰𝘶𝘯𝘨, 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘨𝘢𝘭𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘺𝘦𝘴𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢, 𝘒𝘪𝘮 𝘑𝘪𝘴𝘰𝘰. [] [] [] [] [] "Aku tidak menyangka kau hidup bersama kenangan itu selama 3 tahun, Nona." Aku tersenyum pahit pada Koh botak di depanku yang terlihat tidak percaya dengan penuturanku. Memainkan jari di cangkir yang kupegang, aku menghela napas panjang. "Aku sangat menyesal," ucapku menunduk pada teh yang terlihat masih panas dengan asap mengepul. Satu tanganku merapatkan jas yang kupakai sebelum kembali menatapnya. "Tapi setidaknya aku senang bisa mengetahui satu hal selama aku tinggal bersama kenangan istriku." Aku menambahkan dengan senyuman kecil. Koh botak itu terlihat menunggu ucapanku selanjutnya. Menyesap teh di tanganku perlahan, kemudian menaruhnya di meja. "Istriku mungkin tidak mengenalku. Tapi dia selalu ingat perasaan cintanya padaku." Aku yakin itu. Seyakin senyuman yang pria ini tampilkan saat menatapku kagum di kursi seberang. "Senang mendengarnya, Nona." Aku terkekeh. Mengingat tujuan awalku menemuinya di sini, aku melepas pangkuan kakiku dan menegakkan tubuh. Menatap serius padanya. Kembali berbicara setelah sebelumnya berdeham kecil. "Aku tidak tau kapan waktunya tapi ..." Dia menatapku tenang, siap mendengar permintaanku. "Apakah aku bisa minta tolong sekali lagi?" Dan dengan begitu, dia tersenyum penuh arti padaku. [] [] [] [] [] ©opy ®ight a™ B©@

More details
WpActionLinkContent Guidelines