Story cover for THARAAN by dilasprru
THARAAN
  • WpView
    LETTURE 225
  • WpVote
    Voti 28
  • WpPart
    Parti 4
  • WpView
    LETTURE 225
  • WpVote
    Voti 28
  • WpPart
    Parti 4
In corso, pubblicata il mar 24, 2019
WARNING! 
cerita ini akan membuat mata bengkak, mengumpat kata-kata, menimbulkan pikiran-pikiran yang membuat kalian bertanya-tanya.
             
                             ~~~
Hidup tidak mungkin selalu berjalan dengan lurus dan mulus, tapi yakin dan percayalah kamu akan mendapatkan kembali apa yang telah hilang.
Jagang berharap senja akan membuatmu tersenyum dalam kesedihan, jagan berharap matahari menemani mu dalam kesepihan, jagan berharap kepada bulan bisa membantumu keluar dari masalah yang kau hadapi, karna, karna mereka akan menghilang pada waktunya sendiri, tetapi lihatlah angin,  angin yang selalu menemanimu dalam kesedihan, kesepian, dan menemani dalam melewati semua masalah yang kau hadapi. 

Q: apakah yang kau alami selama ini?
A: banyak
Q: apakah kau bahagai atau sedih? 
A: sedih 
Q: kenapa kau sedih 
A: karna mereka
Q: mereka? Siapa maksudmu? 
A: keluarga
Q: apa yang mereka lakukkan kepadamu? 
A: no coment
Q: kau ingin bahagia?
A: sangat
Q: lalu apa yang akan kau lakukkan?
A: menunggu 
Q: menunggu?
A: iya karna kebahagian yang sebernaya akan datang sendiri tanpa dicari.

"menjauh" ya aku akan menjauh, tapi jika mereka menginginkan aku yang dulu jangan harap, karna yang telah hilang tidak akan sama jika kembali. 

 Penasaran?         

    Langsung ajaaaa 🔜
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere THARAAN alla tua Biblioteca e ricevere tutti gli aggiornamenti
oppure
#461karma
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
Strong Girl [TELAH TERBIT] di memelfit
42 parti Completa
Beberapa bab ditarik karena sudah terbit:) AWAL PUBLISH : MARET 2017 *** WARNING : Cerita ini SANGAT berbahaya! Membuat mata bengkak, ingin mengumpat terus-menerus, membuat Anda berpikir keras, dll. Ilustrasi foto beda2, itu terserah kalian aja. Foto cuma ngeilustrasiin pose dll. Sekian. Terima kasih. Bisa dibaca tanpa membaca "Devil Girl" terlebih dulu *** Tidak selamanya kehidupan kita akan terus berjalan mulus, akan ada saatnya hidup kita mendapat ujian. Tidak selamanya juga hidup kita selalu mendapat ujian, akan ada saatnya kebahagiaan datang menghampiri. Debriefing : Q : "Berubah?" A : "Iya." Q : "Mengapa?" A : "Entah, mungkin karena ada yang menginginkan ini semua." Q : "Merasa ada yang kehilangan?" A : "Kurasa tidak." Q : "Bagaimana mungkin?" A : "Mungkin saja." Q : "Mengapa sangat yakin?" A : "Karena tidak ada yang menginginkanku 'di sini'." Q : "Dimana maksudnya di sini?" A : "Keluarga." Q : "Bagaimana bisa tau bahwa keluarga Anda tidak menginginkan Anda? Bagaimana bisa menyimpulkan seperti itu?" A : "No coment." Q : "Apa yang mereka lakukan?" A : "No coment." Q : "Lalu, bagaimana Anda bisa melewati semuanya? Dengan apa?" A : "Smile, because that's all I can do." ☜Sometimes it's better to be alone, so no one can hurt you☞ ⏪?????⏩ Happy reading? ⏪?????⏩ Simpulan komentar : Membingungkan, gak jelas alurnya, nangis, ngakak, kecewa, bahagia, dll. Sekuel Devil Girl, Book 2 📚 Cover by Mel ≈Strong Girl, @memelfit | ©2017 | All Rights
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 10
Memories in Moon cover
Full Of Scratches cover
Breathe cover
Paradise cover
Sejenak Luka cover
ALONE cover
Strong Girl [TELAH TERBIT] cover
Aku dan Luka [Sudah Terbit]  cover
Diary Depresiku cover
"Where Are You Now?"[Sequel To Destroy][THE END] cover

Memories in Moon

13 parti Completa

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?