Lost in Heart

Lost in Heart

  • WpView
    Reads 53,667
  • WpVote
    Votes 1,786
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 2, 2019
"Hei kamu, iya kamu ngapain berdiri di situ?" Tanya seorang laki laki yang sangat mirip dengan dirinya. Deven mendekati laki-laki itu dengan tatapan kosong, "Aku dimana? Dan kenapa kamu ada disini? Bukankah kamu sudah meninggal beberapa tahun lalu?" Tanya Deven. Orang itu tersenyum, "Iya, memang aku sudah meninggal. Tapi kamu harus tahu, bahwa ini adalah tempat dimana manusia sedang berjuang melawan antara hidup dan mati. Ini adalah gambaran mengenai surga Deven, lihatlah pintu besar yang bercahaya itu." "Hah? Apakah aku juga sudah meninggal?" Orang itu menggeleng. "Ngga, kamu belum meninggal. Perjalanan kamu masih panjang, masih banyak orang yang menginginkanmu kembali, mereka menangis di sana, berusaha membangunkanmu dengan sekuat tenaga. Pikirkanlah ibu kita Deven, jika kamu disini bersamaku siapa yang akan menjaga ibu? Aku sudah tenang di sini dan aku merasa bahagia." Jelasnya. "Tapi aku tidak tahu caranya untuk keluar dari sini." "Tenanglah Deven, aku yakin kamu akan keluar dari tempat ini. Ngga semestinya kamu ada di sini, kamu ingat pacarmu yang kau putuskan beberapa bulan yang lalu?" Deven mengangguk, "Kamu tahu? Setiap malam dia datang untuk menemanimu, mendoakanmu kepada Tuhan, dan menjaga ibumu ketika kamu koma. Jadi pintaku hanya satu ..... " 27.03.19
All Rights Reserved
#40
brandal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AFIKA [ END✔ ]
  • No Longer Mate
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • Dusk In Your Eyes
  • We Are One
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • Segitiga [END]
  • ELANG [End]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓

Cantik, pemberani, labil dan memiliki anger issues. Seperti itulah Afika di mata orang-orang. Suara hentaman, pukulan serta erangan sudah tak asing lagi di telinganya. Semenjak ia kenal dengan seorang pria bernama Sean, entah kenapa tiba-tiba saja Afika dihadapkan dengan banyaknya masalah. Namun di sisi lain, masih ada sosok Afkar yang dikenal sebagai cowok dengan penuh rasa sabar, ia terus berada di samping Afika baik dalam keadaan suka maupun duka. Ah, kalau bukan karena berhutang budi, Afkar juga enggan berurusan dengan gadis itu. "From now and on, your being my girlfriend, ok? Gue nggak terima penolakan, titik." "Lo itu lebih dari apapun di hidup gue, Fik. Jadi gak usah aneh-aneh deh, atau gue bakalan cepuin hal ini ke Bokap lo?" "Stress, pokoknya gue stress kenal lo semua! Gue muak!!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines