Cakrawala
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 31, 2019
"Kenapa lo gak damai sama masa lalu?" Tanya lelaki berlesung pipi kanan, bermata teduh dan tinggi itu dengan lemah lembut. "Karena aku gak tau harus mulai darimana." Jawab perempuan berambut sebahu, bersorot mata tajam, dengan senyum manis dengan datar dan tatapan lurus kedepan melihat hamparan Langit yang diisi oleh Senja yang sangat menawan sore itu.
All Rights Reserved
#257
persaingan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT TANPA KATA
  • LANGIT (On Going)
  • Hai, Aku Calon Suami Mu
  • Senja di Langit Biru [Complete]
  • LANGIT untuk SENJA [FINISHED]
  • SELANG (Senja dan Langit) [TAMAT]
  • LANGIT SENJA  (End)
  • Langit Jingga di Ujung Senja
  • Langit untuk Senja
  • Gajelas(chanbaek)(gs)END✔✔

Langit senja di atas kota itu selalu menghadirkan perasaan yang sulit diterjemahkan. Seperti kanvas yang tak pernah usai dicat, berubah dari biru lembut menjadi jingga hangat, sebelum akhirnya tenggelam dalam kegelapan malam. Bagi Alaric, senja selalu menjadi pengingat akan sesuatu yang tak pernah tuntas, sebuah kata yang terhenti di ujung bibir, sebuah perasaan yang tertahan di sudut hati. Namun, hari ini berbeda. Senja kali ini datang membawa bisikkan yang tak biasa, seakan-akan langit itu sendiri tahu sesuatu yang ia tak mengerti. Di sudut taman yang hampir sepi, Alaric duduk di bangku yang sama. Dia selalu datang ke sini setiap hari, menatap langit yang berubah perlahan, mencari jawaban yang tak pernah datang. Di tempat yang sama, delapan tahun lalu, ia pernah bertemu seseorang yang tak pernah Ia sangka akan begitu mengubah hidupnya. Seorang perempuan yang hanya singgah sesaat, namun meninggalkan jejak yang tak mampu terhapus waktu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines