SAJAK CINTA ZHIENNA

SAJAK CINTA ZHIENNA

  • WpView
    Reads 1,103
  • WpVote
    Votes 327
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 7, 2022
" Jangan salahkan takdir mempertemukan kita, tapi salahkan hati kita yang berucap cinta ". ucap zhienna disela tangisnya. " Ketahuilah zi, ketidak sengajaan pertemuan adalah kesengajaan tuhan mempertemukan kita melalui jalan cinta Nya ". Reyhan menggenggam tangan zhienna menatap manik cantik sang bidadari. Cinta dalam tafsir zhienna dan reyhan adalah awal takdir persatuan mereka yang haq. Cinta yang terhempas harus hadir kembali saat cinta yang lain datang menghampiri. Tak tau yang ia rasakan saat ini antara cinta penyesalan. Antara cinta atau kepedihan. juga cinta dan penghianatan. Saat cinta datang melalui takdir pertemuan. setitik cahaya terang telah menyusup relung hatinya. Bersamaa itu pula lah cinta yang pahit harus beriringan dengan cinta kasih sayang.
All Rights Reserved
#37
sajakcinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Syauqillah Syadzahra 2
  • Mentari [TAHAP REVISI]
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Langit Senja (End)
  • Garis Singgung
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Antara Timur Dan Barat [END]✔
  • Perihal Sandwich(End)

Syadza menunduk, tak kuasa menatap mata kekasihnya yang sendu. Jari putih pucatnya tergerak mengusap rahang kokoh milik kekasih. "Dengarkan aku kali ini, aku yang akan bicara." kata Syadza sembari mengecup pipi Syauqi syahdu. Ia bergerak mundur, memposisikan matanya bertemu dengan mata Syauqi. "Sejauh apapun kekasih pergi, jangan pernah lupakan jika cintanya tetap tinggal dalam hati dan tak akan mati." kata Syadza lagi, kembali ia kecup mata kekasihnya untuk terakhir kali. "Dari dalam hati ini" Syadza membawa tangan Syauqi menyentuh dada bidangnya sendiri. "Tidak perlu takut dan ragu, karena jika kita mencintai maka jiwa tidak akan pernah takut untuk kehilangan kekasih hati. Kita hanya perlu mengasihi diri untuk menghangatkan jiwa tanpa hal-hal yang menyakitkan. Dan dengan itu, ia akan bertahan hidup dengan tawa kembali." "Mas," panggilnya. Ia tersenyum ketika melihat setetes air mata sengaja mengalir dari mata tajam kekasihnya. "Hakikat cinta itu untuk berbagi, dan aku tidak pernah menyalahkan kamu untuk semua ini. Aku ikhlas untuk berbagi karena Allah percaya kita bisa melalui semua ini,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines