TOGETHER WITH YOU

TOGETHER WITH YOU

  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 84
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Sat, Apr 13, 2019
Cerita ini menceritakan tentang laki laki tampan dan tajir, bermata elang,dingin,dan cool.cowok pendiam jika berbicara tegas dan tatapan matanya menusuk. kata katanya yang bisa saja melukai hati orang lain.namun, walaupun begitu dia adalah MOS WANTED di kampusnya - - - Di lain sisi seorang cewek berkepribadian lemah lembut,dengan kacamata yang slalu setia nangkring di hidung mancung nya menambah kesan manis di wajahnya yang blasteran Diawal masuk kuliah nya tepatnya di salah satu Universitas terkenal di London, dia tertarik pada salah satu cowok tampan dan keren - - - - - Bagaimana kelanjutan cerita di atas,ayo guys ikutin ceritanya Jangan lupa Follow akun gue dulu ya gais baru baca ceritanya 😊😊😊😀😀😀 Jangan lupa juga ninggalin jejaknya ya guys😊😊😊😀😀😀😀😃😃😃😃😘😘😘
All Rights Reserved
#37
sonya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • ADHIARJA
  • Tanda Tangan Kakak OSIS [COMPLETED]
  • Saras's Story
  • AILIA (COMPLETED)
  • They Don't Know About Me!!!
  • AIRen
  • ALISYA &Alvaro
  • Ex or New? [REVISI]

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines