Hatiku sesak, sesak dan tidak tahu harus menuju ke arah yang mana...
Ketika kamu memutuskan untuk pergi meninggalkan aku 1 tahun yang lalu. Dengan perasaanku padamu, yang mungkin masih tersisa di dalam raga dan jiwaku. Dan kemudian kamu datang lagi ke dalam kehidupanku lagi, tepat 1 bulan yang lalu. Kamu datang seolah memberi harapan, walaupun disini aku sudah membentengi diriku untuk tidak lagi bertemu denganmu lagi, atau mengorek kenangan kita lebih dalam lagi.
Tapi, seolah raga dan jiwaku tidak bisa menolak. Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku masih ada sisa rasa kepadamu. Dan aku mengiyakan untuk bertemu denganmu, kita berdua berbincang, sekedar menanyakan kabar, berbagi pandangan, bahkan visi masa depan.
Hari itu di Jakarta, aku memutuskan untuk menaruh rasa ku terhadapmu lagi. Ya, iya ini yang dinamakan Cinta Lama Bersemi Kembali. Tetapi dengan arah kisah yang berbeda, kamu telah menempatkan hati wanita lain di hatimu. Seolah aku hanya sebuah batu loncatan dan pelampiasan mu sesaat. Aku tidak tau ini hanya rasa atau memang sesuatu yang nyata, kamu masih bermain dengan banyak wanita. Dan sekali lagi, hatiku terluka untuk kesekian kalinya.
Untuk sekali lagi aku meyakinkan diriku , bahwa kisah cinta antara Virgo dan Gemini ini tidak akan mungkin terjadi. Bahkan untuk kedua kali. Ini bukan salahmu, tapi salahku yang terlalu menaruh harap padamu. Seperti 3 tahun yang lalu .... :)
" Dalam upaya ku melupakanmu ternyata gagal, jujur bertemu denganmu kembali bukanlah wishlist lagi dalam hidupku. Kamu memang melukaiku, tapi aku tidak pernah merasa terluka. Mencintaimu mungkin akan bertahan seumur hidupku dan kini aku mulai terbiasa dengan itu. Menanggis bukan lagi sesuatu yang baru, ada banyak trauma dalam hidupku. Tapi jujur aku sangat kecewa, bila ternyata namamu ada dalam daftar itu. Senang bisa melihatmu kembali dalam hubungan kita yang pura - pura lupa. Tapi aku tau satu hal yang kamu tau, bahwa kamu tau aku benar - benar sakit sekarang "
~ Raineiza Danula Nutallu
-----------------++++
" Semua sudah jauh berlalu, kapal itu sudah karam Do. Tidak ada satupun nahkoda yang akan mampu mengemudikannya lagi dan tak ada satu pun seseorang yang bisa memperbaikinya. Kapal itu sudah tenggelam terlalu dalam, ia sudah mati bersama dengan gelapnya lautan,"
" Maaf Za, untuk kesekian kalinya. Tapi apa kamu yakin telah melupakanku. Aku gak percaya Za, kalau emang iya. Coba sekarang kamu tatap mataku," ucapnya. Ia mendekatkan wajahnya ke arahku dan mencoba membuatku menatapnya. Itu membuatku sangat tersiksa dan membuatku seketika menanggis.
" Kamu gila," bentakku dan seketika aku mendorong tubuhnya hingga terdorong ke belakang.
" Berhenti melakukan hal gila Neddo, aku memang masih cinta sama kamu bahkan tidak kurang sedikit pun sejak dulu dan tiada satu hari pun dalam hidupku tidak ku lakukan untuk tidak berusaha melupakanmu. Jadi menjauh lah dariku, karena meski perasaanku sebesar itu. Aku tidak pernah berharap untuk bisa kembali bersamamu dengan alasan apapun itu," bentakku. Aku yang masih menanggis berjalan menjauh meninggalkannya yang kini masih diam membisu di tempatnya.