Mysterious Girl

Mysterious Girl

  • WpView
    Membaca 76
  • WpVote
    Vote 11
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Mei 9, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
Lee Chaerin melihat adegan itu dengan perasaan yang teramat sakit. Matanya memerah menahan tangisnya yang akan pecah. Melihat seseorang yang disayanginya tak berdaya seperti itu. Mereka memperlakukannya layaknya seperti binatang. Menendangnya, memukulnya sampai tak dapat bergerak. Tubuhnya basah kuyup. Tangannya bergetar karena ketakuttan. Ingin rasanya Lee Chaerin membantunya tapi ia urungkan. Lee Chaerin menunggu waktu yang tepat. Kenapa dia diam saja? Kenapa dia tidak berontak? Dan mau menerina semua perlakuan buruk yang mereka lakukan? Semua ini terjadi karena masa lalu yang memisahkan mereka. Bagaimana akhir dari cerita mereka? Akankah Lee Chaerin mampu mempersatukan keluarganya yang telah lama hancur menjadi utuh kembali??
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • L0VE BEHIND SILENCE: Chiara World[revisi]
  • Rewrite The Stars?
  • DEEP LOVE [DewTee]
  • The Silent Code: Shadow of Betrayal
  • PERLINA
  • Kutukan Tumbal
  • Juan [REVISI]
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • REKSA: The Last Bell

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan