Ikhtiar Melupakan

Ikhtiar Melupakan

  • WpView
    GELESEN 435
  • WpVote
    Stimmen 17
  • WpPart
    Teile 3
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Apr. 20, 2019
WpInfo
Belletristik
Romantik
Andai rasa ini seperti kertas maka akan dengan mudahnya aku bakar rasa ini. Zahra pernah perih namun tak juga membuat rasa ini hilang, mungkin karena rasanya ada sejak lama dan memendamnya sendiri tanpa ada yg tau kecuali ia dan Dia. Rasa yang sudah mendampinginya sejak betahun-tahun, inginnya cepat hilang karena itu membuatnya perih namun ada tawa didalamnya. Hingga semakin sulit bagi Zahra. Akankah kah Zahra bisa menghilangkannya? Sebuah harapan yang selalu Zahra iringi dengan do'a. #harapan #ikhtar dan #do'a
Alle Rechte vorbehalten
#49
calonimam
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Alhamdulillah Berjodoh
  • Love Story In Friendship [End]
  • Semesta Untuk Fatih [END] TERBIT✔️
  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Imam untuk Gladysa✓
  • Peri Cinta (Wall Of Love) - END
  • Tertulis Dalam Doa
  • Aku Dan Sebuah Do'a (Sudah Terbit)
  • Cinta RidhoMu [[Completed]]

"Maaf karena aku, tidak bisa mencintai kamu secara sembunyi-sembunyi. Karena mencintai mu secara terang-terangan adalah usaha ku untuk memperjuangkan mu menjadi miliki ku." -Farah Nariswari- "Perempuan itu harus punya sifat malu yang tertanam dalam dirinya. Dan perempuan itu kodrat nya dikejar, bukan mengejar. Jika ia mengejar, maka hilanglah harga dirinya." -Faiz Dirgantara - Mencintai itu boleh, mengagumi itu boleh, menyukai itu boleh. Yang nggak boleh adalah jika perasaan cinta, suka dan kagum itu, menyalahi aturan agama. Selama perasaan cinta itu ditempat pada tempat yang benar, bukankah itu tidak masalah?Lalu apakah salah perempuan mengejar pria yang ia cintai? Haruskah perempuan hanya menunggu untuk dikejar dan mencintai secara sembunyi-sembunyi?

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien