We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Fly Like Balloons

Fly Like Balloons

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 26, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku sudah biasa menjadi pemenang dimanapun. Soal cinta, soal akademis, soal ketampanan, bahkan aku selalu mendapatkan apa yang aku mau tanpa kupinta, namun hanya dia, si gadis bodoh itu, yang mampu membuat hidupku lebih bersemangat" - Arlan Diandra "Aku tidak paham tapi berpura-pura paham sepertinya akan sangat membantu. Dia sangat menarik hatiku namun aku yakin ia sebenarnya tidak menaruh atensinya padaku. Hidup dengan cinta itu sangat merepotkan" - Alverina Sertiana -------------------------------------------------- Dua manusia beda aura bertemu ketika keduanya sama-sama dipaksa untuk mengikuti reuni orang tuanya. Arlan Diandra, seorang laki-laki kebanggaan keluarga. Lahir di keluarga kaya yang hidupnya sama sekali tidak pernah merasakan susah. Ia hidup dengan prinsip "dapat melakukan apapun", tanpa memperdulikan orang lain. Ia tampan, pandai berkomunikasi dan cerdas. Ia idaman setiap orang. Jauh dalam lubuh hatinya, ia merasa hidupnya kekurangan sesuatu. Entah apa itu. Ia tidak membutuhkan cinta, ia bisa mendapatkan gadis pujaannya kapanpun ia mau. Ia merasa menang akan dirinya sendiri, namun merasa kemenangannya kurang berarti. Alverina Sertiana, mungkin bukan kebanggaan keluarga. Ia lebih kepada "harapan" keluarga. Hidupnya tidak bisa dibilang mulus. Konflik dengan keluarga, masa lalu yang rumit dan masalah ekonomi membuatnya sulit diajak senang-senang, menyebabkan dirinya lebih sering terlihat stress akibat sibuk kerja paruh waktu, menanam harapan orang tua agar segera membuahkan hasil. Ia tidak pernah, sekalipun, berharap menemukan cinta, namun pertemuannya pada 21 Maret dengan seorang laki-laki mengubah hidupnya bak menabur kelopak mawar pada setapak jalan.
All Rights Reserved
#111
lifetime
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dan Lukanya
  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • HE-ART
  • My Crush Boy Next Door (END) -TAHAP REVISI
  • Rendra & Lila [END]
  • Oddly Coupley (Complete)
  • WEKKER
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Don't Be Angry
  • Aranista

"Genggam cinta ini dan hempaskan semua dendam itu, karena cinta tak mungkin tumbuh, jika rasa dendam yang tersisa masih begitu dalam." ° ° ° ° "Kamu sakit apa? Ngomong dong mas, cerita. Selama kita nikah kamu gak pernah cerita kehidupan kamu sedikitpun ke aku, kenapa sih? Aku ini istri kamu loh," ucap wanita paruh baya, yang kini sudah tak mampu lagi untuk menahan air mata karena terlalu khawatir dengan kondisi lelakinya "Tapi saya gak pernah menganggap itu. Dan saya akan cerita ditempat yang menurut saya aman, dirumah yang bila mana saya berada didalamnya akan terus merasa nyaman. Dan itu....." "Dan itu pastinya bukan aku," potong wanitanya, pada seorang yang sedari tadi memberi tatapan elang padanya Wanita yang selalu terlihat tegar dihadapan siapapun itu. Kini, runtuh. Saat mendengar perkataan yang baru saja lelakinya lontarkan, bahwasanya tidak mengganggap dirinya sebagai seorang istri. Lelaki yang selama ini selalu ia kasihi penuh, dengan akar cintanya yang setiap waktu tidak berhenti tumbuh, namun seperti itu balasan yang diberikan. Kini terlambat, berat untuk beranjak lebih jauh. Ia sudah terlalu dalam, karena baginya lelaki tersebut bukan hanya belahan raga maupun jiwanya. Tapi juga, jika dia harus kehilangan seluruh tetes darahnya demi lelaki itu, maka dia bisa memastikan tidak akan muncul rasa penyesalan nantinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines