Terpaut
  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 27, 2019
"Terimakasih" Dan ku beri fee pada ojol itu.., Aku beranjak turun dari motor Karena rasa letih hasil ikut ekstra di sekolah, Akupun begegas berjalan menuju istana rumahku berangan ingin cepat membanting tubuh ini di kasur hingga terbenam tubuhku. Ya. Pasti nyaman sekali rasanya Tap. Tap.. Tap... Sampainya tepat didepan rumah.. Aku terdiam dan hentikan langkah kaki Ada apa ini . Pintu rumah yang biasanya tertutup kini terbuka lebar lebar Karna rasa penasaran, akupun masuk dengan perlahan.. . . . . Aku begitu terkejut Tak biasanya Ayahku kedatangan tamu besar seperti ini. Mereka berpakaian bak angkatan militer.. Akupun termenung. Mereka ini siapa. Terasa asing. Tampaknya mereka itu keluarga besar. Ada yang paling muda sampai yang tertua. Ada ibu muda yang menggendong bayi. Ada yang paling tua yang kupikir kepala keluarganya. Dan ada seorang pemuda yang serasa tak asing bagiku. Tapi siapa. Pakaiannya nampak seperti akmil dengan tanda pangkat kolonel... "Nak, kemarilah" . Ayah memanggilku, akupun menghampiri ayahku yang dikala itu sedang duduk di sebuah sofa utama. "pah mereka ini siapa" Bisikku heran "Nak, kedatangan mereka disini untuk melamarmu" "Jadi, cepet ganti pakaianmu, dan kembali lagi kesini ya.." "APAA. PAHH?!!" Bisikku terkejut "Ya nak, Kolonel Adji Triadmojo ingin melamarmu.." . .
All Rights Reserved
#153
akmil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Topi Lusuh [Telah Terbit]
  • Karena Cinta (Akan ada revisi cerita)
  • Wedding with Tuan Boss
  • My Taruna
  • ME&YOU(ZESKAEL)
  • Kaysia Alvharizy  (TAMAT)
  • Zakia & Sang Abdi Negara
  • SATRIA (Completed)
  • He Fell First and She Never Fell?
  • KAY'S STORY

"Masih ingat topi ini?" tanyamu ketika bertemu lagi setelah sekian lama. "Ha ha ha, topi lusuh semacam ini buat apa? Ishhh sudah jadi tentara juga, pakai lah topi Raidermu itu atau topi Kostradmu," tawaku menepuk lengan kirinya. "Topi lusuh ini saksi bisu aku jatuh cinta padamu ketika panas terik di tengah lapangan tenis. Ketika kamu tersenyum di tepi lapangan itu dan ketika aku begitu bersemangat melakukan langkah tegap sambil melirikmu." Tubuhku terbujur kaku. Aku bukan aku yang bisa menjawab cepat seperti biasanya, bukan aku yang berani berdebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines