- Dini Hari

- Dini Hari

  • WpView
    Reads 463
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Wed, Apr 10, 2019
Jadi gini baca yah. -Dini Hari diciptakan untuk kamu yang susah tidur hingga larut malam dan yang bingung entah mau ngapain. Tugas aku disini membuat sebuah kata-kata manis yang diciptakan dan diringkas untuk pengantar kamu tidur. Sampai disini paham? Kalo paham aku lanjut yah... Aku hadir disini untuk membuat kamu senang, bukan untuk membuat kamu sedih. Terkadang akupun bingung bagaimana mengutarakan perasaanku, secara aku hanya orang baru yang hadir sebagai orang terdekatmu, belum sebagai kekasihmu, hehe. Akhirnya aku memustuskan untuk mengutarakannya lewat kata-kata yang akan aku tulis disini. Semoga kamu mengerti dan jatuh dalam lautan askara. Biarkan tulisan-tulisanku menemani hingga kamu tertidur pulas. Selamat berjuang dengan ketidakpastian.
All Rights Reserved
#157
qoute
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mencintaimu Adalah Perang
  • Catatan hujan - "Quote&Poetry"
  • Lembut Seperti Doa
  • Pilau Cinta Ayunda (Completed✓)
  • MY BOYFRIEND IS MY HUSBAND
  • Cinta tak keliru (END)
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • Awal Bertemu Denganmu  COMPLETED ✔
  • SIMALAKAMA💋

"Akan ada saatnya dimana kita bisa memilih dan sedia menerima pilihan. Sebab cita-cita cinta hanya bisa di usahakan, tanpa bisa di paksakan. Akan ada saatnya dimana aku kembali lagi bersama diriku sendiri. Sebab setelah jauh mengikuti langkahmu, aku sadar bahwa kita tak bisa di satukan. Karena disatukan hanya akan menambah kepedihan yang belum terasa. Dengan sederhana aku ingin memiliki kamu. Dengan sebongkah cinta yang padat, aku ingin meyakinkan kamu bahwa aku tidak main-main mencintaimu". Cerita yang aku tulis dengan bahasa puisi ini, kuperuntukkan untuk kita yang tengah berusaha, untuk kita yang tengah tersakiti, untuk kita yang tengah sulit melupakan, terjebak dalam kenangan dan untuk kita yang mencoba bisa menerima kenyataan. Tak ada kata lain selain berusaha, menerima, bersyukur dan mengikhlaskan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines