So Remember Me, And I Will Remember You.

So Remember Me, And I Will Remember You.

  • WpView
    Leituras 519
  • WpVote
    Votos 49
  • WpPart
    Capítulos 8
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, dez 14, 2019
"Padahal dalam hidup ini tidak semua hal bisa dipertahankan,tidak semua hal bisa dipaksakan. Jika memang semuanya harus selesai. Tidak ada lagi perasaan yang bisa tumbuh, bahkan setelah dipaksakan rasanya tak akan sama. Hanya ada hampa, maka tanamkanlah dalam hati, kuatkan diri ,usaikanlah"🌻 Azizah,gadis dengan paras yang cantik dan sholehah, gadis yang selalu menundukkan wajahnya ketika berbicara dengan lawan jenisnya, diusianya yang ke 22tahun dia masih memegang prinsipnya yaitu "jomblo fisabillilah". Adakah laki-laki yang berhasil membuat azizah jatuh cinta? "Cinta adalah anugrah,jadi bersyukurlah ketika kau sedang mengalaminya"
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Eternal Love Of Dream [End]
  • GILANG ABRAHAM
  • F dan Z  ( and )
  • Cinta di Langit Jingga | Jingga✔ (Repost)
  • Ada Cinta
  • Prenuptial Agreement
  • oh you Reynand♡!
  • Dosenku Suamiku (TAMAT)                            [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • Dosen Killer | END✔

Menikah dengan bapak-bapak? Siapa takut!! Felisa Anindira, gadis berusia 18 tahun itu tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan naksir dengan seorang Arvin Bisma Pradipta yang tak lain adalah sahabat Ayahnya. Awalnya dia hanya merasa kagum pada sosok pria dewasa itu, pribadinya, kecerdasannya dan cara bicaranya sangat merepotkan untuk hatinya. Felisa jatuh cinta pada sosok Arvin setelah pria itu membantu menyelesaikan kasus penjebakan Kakaknya. "Pak, nikah sama saya yuk?" "Berhenti bercanda, anak kecil kuliah saja yang benar." sahut Pak Arvin acuh. "Pak, saya suka sama bapak tau, jadi suami saya mau gak?" tanya Felisa dengan mata berbinar. "Saya sudah punya calon istri." Balas Pak Arvin. "Saya santet calonnya boleh, gak, pak? Biar bapak nikah sama saya aja?" ujar Felisa semakin menjadi. "Terserah kamu, lah." pasrah Arvin yang tidak tau harus bagaimana berbicara dengan putri bungsu sahabatnya. (Ini mungkin halu yg gak jelas bgt, tapi aku harap kalian mau voment ya hehe) Mau happyend atau sadend?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo