We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Why Me!!

Why Me!!

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 3, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Gue gatau, harus ngedeskripsiin perasaan gue gimana rasa sakitnya terlalu menikam gue sampai gue buat nangis pun udah gabisa sorry kalo gue jadi kasar gue hanya mencoba nunjukkin pada mereka orang yang udah nyakitin gue..." Davina menghembuskan nafas pelan sebelum melanjutkan kata katanya. "Termasuk lo!" Ucapnya lalu bergegas pergi memutar badan dan menguatkan dirinya lagi untuk mengobati luka yang belum semua sembuh atau mungkin bahkan tidak akan sembuh. "Haruskah gue pergi biar lo dan semua orang sadar gue selalu maafin kalian berulang ulang tapi kalian nyakitin gue berulang ulang kalian mau gue nyerah? Oke GUE NYERAH"ucap Davina lalu pandangannya mengabur dan.... Brukkk "DAVINAAAA!!"
All Rights Reserved
#1
litta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F A K E ? [End]
  • this is me
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • DIANA IS MINE (COMPLETED)✔
  • ADYRA
  • Now and Later
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • Don't Talk About Money
  • INI CINTA BUKAN BENCI

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

More details
WpActionLinkContent Guidelines