A Destiny

A Destiny

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 14, 2019
Tanpa "Hari" tak akan ada "Bulan", tanpa "Bulan" tak akan ada "Tahun". Tanpa "Detik" tak akan ada " Menit", tanpa "Menit" tak akan ada "Jam". Ya itu semua adalah satu kesatuan dalam dimensi waktu. Waktu bahasa paling kuat untuk menjawab dan meyakinkan, ya hanya waktu! Disaat seorang bisa berjanji, disaat seorang bisa berkomitmen, mungkin sewaktu waktu nanti bisa berubah. Menunggu adalah cara yg terbaik untuk aku lakukan. Bukan aku pasrah atau tak berusaha tapi aku percaya satu hal yaitu "Sebuah Takdir", takdir yang akan membawa kamu kepada ku. Karena bersama itu bukan hanya tentang ketertarikan, tapi yang mampu membersamai dalam ketaatan dan iman itu yang luar biasa. Mungkin tak bisa setiap saat aku sapa kamu dengan pesan singkat karena menurutku mendoakanmu jauh lebih baik dari apa yang bisa ku lakukan untukmu Anintyas Verdita, cewek buglon yang mampu membuat ku jatuh sejatuh jatuhnya beserta kehidupannya yang penuh dengan masalah. Iya masalah? yang ku coba untuk ketahui! - Ardiantara Vernando -
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • With You 나는 행복하다
  • Secarik kertas usang
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]
  • You are in my past and my future [END]
  • i love komandan S1-♡
  • Jollie's Joy
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅
  • YEON ^26^
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • MAS !

Yang sudah terjadi, sudahlah ... Yang akan terjadi, biarlah ... Kesedihan akan selalu menemani setiap langkahku. * "Aku minta maaf. Ini tidak pernah terpikir olehku akan terjadi, apalagi menjadi impian ku. Aku memang mencintaimu, tapi dengan cara yang salah aku memiliki mu. Kejadian itu tidak bisa aku menyangkalnya apalagi mencegahnya." -Devano Andreas Magandra. "Kesedihan apa lagi yang belum menghampiri ku? Semua itu sudah ku rasakan. Di setiap langkah kehidupan ku, kesedihan selalu menyertai. Tidak pernah ada kata 'Bahagia' dalam history perjalanan hidup ini. 'Dia' hadir tanpa ku inginkan, memberi warna pada kehidupan ku yang hampa." -Rania Maharani Indira. "Dia milikku. Kau tidak bisa menyangkalnya apalagi merubahnya. Dendam membuat ku buta, ego lupa. Aku kehilangan dia. Cinta ku, hati ku, semuanya telah kau rebut dariku! Aku membenci mu." -Tristan Abidzar Magandra. ** Kebencian itu ada. Rasa cinta juga nyata. Hal itu hadir bersamaan membuat kebingungan kedua insan. Kata 'Dia' hadir di antara mereka, membuat cinta itu datang tanpa di ketahui. Hidup ini memang membingungkan. Ingin itu, dapat yang ini. Ingin ini, malah mendapat itu. *** Cerita ini di tulis langsung dengan ide yang muncul dalam pikiran. Tidak ada plagiarisme atau copas meng-copas. Jika pun ada kemiripan dan kesalahan dalam cerita, mohon dimaafkan. Karena saya yang hanya manusia, senantiasa berbuat salah dan tidak luput dari dosa. ♡ Salam dari Aneuk Nanggroe ♡ ^_^

More details
WpActionLinkContent Guidelines