
*** "Oke gue ngaku," Davin menghela nafas kalut. Tak ada pilihan lain. "Gue...suka sama lo. Gue--" Kalimat mendadak terpotong dengan tawa keras Adara. "Apaan sih, lo!? Enggak jelas banget, gila!" ucap Adara di sela sela tawanya. Gue udah punya pacar, oke? lagian, cowok kayak lo mana gue mau?" sambungnya dengan intonasi merendahkan. " Ya terserah. Mau lo udah punya pacar atau masih cari pacar, yang pasti gue bisa yakinin lo satu hal. Apa yang gue mau bakal gue perjuangin sampai dapet." "Heh, jelek, jangan coba coba ngerusak hubungan gue, ya, lo! Awas aja!" Adara membentak Davin, Davin paham dengan maksut kalimat yang barusan Adara lontarkan. Namun, untuk kali kedua ini, reaksi yang Davin tunjukkan hanya terkekeh singkat sebelum beranjak pergi. Jangan lupa vote and comment yaaa....❤️❤️❤️ Maap ya kalau typo bertebaran soalnya ini cerita pertamaku teman...heheTodos los derechos reservados
1 parte