COLD COUPLE

COLD COUPLE

  • WpView
    Reads 226
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 13, 2019
"Kalau suatu saat aku pergi, dan ga balik lagi kamu gimana" Pertanyaan itu sontak membuat mata Salsa yang tertutup rapat menjadi membuka lebar. Saat ini, ia dah Revan sedang menikmati senja di tepi pantai posisi Salsa sedang tertidur di atas paha Revan itu. "Kamu liat senja itu deh Van" Salsa tersenyum menikmati senja yang sangat indah Revan hanya mengangguk sebagai jawaban 'iya' tetapi pandangan iya tidak lepas dari salsa "Senja itu indah, namun hadir untuk sesaat. Tetapi senja tidak pernah ingkar janji, sejauh apapapun senja itu pergi, dia akan kembali. Sama seperti kamu sejauh apapun kamu pergi kalo emang takdir kamu buat kembali di pelukan aku. Untuk bahagia, terkadang kita harus rela merasakan sakit" senyuman Salsa tidak pernah pudar dia merasakan kebahagian, Salsa langsung berambur kepelukan Revan
All Rights Reserved
#393
cogan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tokoh Utama
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Heartbeats: Di Antara Dua Dunia
  • AILAH(END)✅
  • Hurt Love
  • ALSTARAN [END]
  • dimana janji tersebut
  • DISA | broken
  • Because I'm Stupid (End)
  • 𝘖𝘯𝘭𝘺 𝘠𝘰𝘶 (END)

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines