Different

Different

  • WpView
    Reads 239
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 7, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Tau nggak? Satu hal yang nggak pernah berubah dari kamu, dan itu yang membuat kamu berbeda" "Apa?" "Kamu selalu berbeda. Semuanya yang ada disini berbeda. Kamu akan mengikuti hidup Almora Adelia yang seperti angin. Tau akan masalahnya, tapi melarikan diri dan membiarkannya. Membiarkan, tanpa mencegah sesuatu yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Sesuatu yang membuatnya takut, tapi semuanya tersembunyi. Hingga siapapun tak ada yang mengenali. Tapi, dia yang kemudian pergi, adalah alasan kenapa Almora masih mempercayai mimpi. Lalu kamu akan merasakan bagaimana hidup dengan seorang Arka Narendra, yang hidupnya penuh dengan kesempurnaan. Pintar, banyak teman, murid teladan, itu adalah julukannya. Tak jauh dari pendidikannya, hidupnya seperti air yang mengalir tanpa peduli batu yang terus menghalangnya. Arka pasti selalu menyelesaikannya. Keluarga yang cukup sempurna selalu mengajarkan apa arti ke ikhlasan, hingga itu terjadi, yang artinya harus direlakan. Dan jangan lupakan, Helena Adara, kamu akan belajar bagaimana hidup yang sebenarnya. Hidup yang berbeda, dari apa yang kamu lihat. Hidup yang tidak sesempurna nama dan otaknya. Hidupnya jauh dari kata itu. Karna ia yang merasakannya. Lalu, Rafagam Elvaro, yang penuh kepalsuan. Status keluarga, kepintaran, kemampuan yang ia miliki tidak lebih dari sebuah anugrah dari tuhan selama ini. Semua orang berbeda, tapi Agam ingin yang sempurna. Dan itu membutakannya. Agam, pintar, tapi kepintarannya seakan menutup apa yang ada di sekitarnya. Sempurna mengelilinya, tapi tidak dengan realita yang ada. Ia tidak bersalah, tapi kesalahan seakan menjadi penyesalan. Lalu bagaimana dengan seorang Adlantara Alam yang akan kamu temui nantinya? Seseorang yang ada di tengah tengah hidup mereka, yang mungkin akan mempersatukan atau mungkin akan menghancurkan. Ia mencitainya, tapi tak mampu menolak untuk menyakitinya. Ia yang telah di hancurkan, yang rapuh, yang berusaha untuk menjadi yang terbaik.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BALADA KEHIDUPAN
  • Transmigrasi Adella
  • transmigrasi gadis pemalas[END]
  • Zeyara: Extraordinary Love In a Novel World
  • A Symphony of life
  • 7 Seconds
  • When Love Became a Memory
  • Alur Kehidupan [REVISI]

Tentang balada kehidupan Setiap orang tentu mempunyai cerita atau kisah hidup yang unik,bahagia, atau mungkin memuakan, tapi itu lah hidup bak drama yang tak berkejelasan dan sukar untuk ditebak, namun dibalik itu kisah masa lampau selalu menjadi topik yang renyah untuk di bahas dikemudian hari, entah itu dibahas dengan pemeran yang ada dalam kisah itu atau mungkin sebagai dongeng untuk pengantar tidur anak anak kita,misalnya. Kisah ini bukan lah kisah yang akan membuat berdecak kagum atau memberi kalian sugesti untuk menjadi lebih baik (kalau pun kalian menjadi lebih baik setelah membaca buku ini saya ucapkan selamat dan terimakasih). Namun kisah ini akan mengantar kalian kembali ke masa masa yang (mungkin) pernah kalian alami sendiri. Ulam tawa semesta adalah nama seorang manusia yang terlahir dari keluarga sederhana, menjalani masa kecil dengan penuh kebahagian, kasih sayang orang tua yang tak terhingga untuknya menjadikan dia seorang laki laki sedikit manja dan cengeng, memasuki usia remaja berbagai macam kenakalan remaja sudah dicicipnya, perkelahian dan tawuran seolah olah sudah menjadi olahraganya sendiri, meskipun begitu, otaknya terbilang cerdas dengan dibuktikan peringkat kelas selalu berada ditangannya, menjadi mahasiswa dan menjelma menjadi aktivis "kiri" semakin menjelaskan untuk apa dia hidup, perjudian,pertemanan,percintaan, dan kehilangan orang tersayang mewarnai jalan hidupnya, namun tuhan selalu punya kejutan untuknya, yang berhasil membuatnya selalu berucap syukur. Pesanku, ketika kalian membaca buku ini sebaiknya jangan sedang mengemudikan mobil, sebab aku tak mau buku ini di kambing hitamkan apabila kalian menabrak tiang listrik, tapi kalau mobil kalian sudah memakai sistem driver-assistance, menurutku tak apa. Salam damai dan salam hangat dariku untuk kalian dimanapun berpijak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines