"Tau nggak? Satu hal yang nggak pernah berubah dari kamu, dan itu yang membuat kamu berbeda"
"Apa?"
"Kamu selalu berbeda.
Semuanya yang ada disini berbeda.
Kamu akan mengikuti hidup Almora Adelia yang seperti angin. Tau akan masalahnya, tapi melarikan diri dan membiarkannya. Membiarkan, tanpa mencegah sesuatu yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Sesuatu yang membuatnya takut, tapi semuanya tersembunyi. Hingga siapapun tak ada yang mengenali. Tapi, dia yang kemudian pergi, adalah alasan kenapa Almora masih mempercayai mimpi.
Lalu kamu akan merasakan bagaimana hidup dengan seorang Arka Narendra, yang hidupnya penuh dengan kesempurnaan. Pintar, banyak teman, murid teladan, itu adalah julukannya. Tak jauh dari pendidikannya, hidupnya seperti air yang mengalir tanpa peduli batu yang terus menghalangnya. Arka pasti selalu menyelesaikannya. Keluarga yang cukup sempurna selalu mengajarkan apa arti ke ikhlasan, hingga itu terjadi, yang artinya harus direlakan.
Dan jangan lupakan, Helena Adara, kamu akan belajar bagaimana hidup yang sebenarnya. Hidup yang berbeda, dari apa yang kamu lihat. Hidup yang tidak sesempurna nama dan otaknya. Hidupnya jauh dari kata itu. Karna ia yang merasakannya.
Lalu, Rafagam Elvaro, yang penuh kepalsuan. Status keluarga, kepintaran, kemampuan yang ia miliki tidak lebih dari sebuah anugrah dari tuhan selama ini. Semua orang berbeda, tapi Agam ingin yang sempurna. Dan itu membutakannya. Agam, pintar, tapi kepintarannya seakan menutup apa yang ada di sekitarnya. Sempurna mengelilinya, tapi tidak dengan realita yang ada. Ia tidak bersalah, tapi kesalahan seakan menjadi penyesalan.
Lalu bagaimana dengan seorang Adlantara Alam yang akan kamu temui nantinya? Seseorang yang ada di tengah tengah hidup mereka, yang mungkin akan mempersatukan atau mungkin akan menghancurkan. Ia mencitainya, tapi tak mampu menolak untuk menyakitinya. Ia yang telah di hancurkan, yang rapuh, yang berusaha untuk menjadi yang terbaik.
"Mungkin cinta sama cowok yang enggak sesuai tipe kita bakal lebih seru"
♡♡♡
Clavelina menjalani hidupnya dalam ritme yang tertata, dipenuhi oleh keanggunan balet dan keheningan yang menenangkan. Setiap hari ia menari, melukis mimpinya dalam setiap langkah lembut yang membuat jiwanya terasa utuh. Namun, dunia Clavelina yang harmonis mulai terusik ketika hadir sosok River, lelaki tongkrongan dengan senyum nakal, rokok yang tak pernah lepas dari tangannya, dan sikap menggoda yang seakan tak mengenal batas. Bagi Clavelina, River adalah badai yang mengacaukan keteraturannya; bagi River, Clavelina adalah tantangan yang memikat sekaligus membingungkan.
Pertemuan mereka kerap diwarnai adu argumen dan benturan watak yang seolah tak mungkin menyatu. Clavelina merasa jengah dengan gaya hidup River yang sembrono dan berisik, sementara River tak habis pikir mengapa gadis ini begitu serius dan kaku dalam menjalani kehidupan. Namun, di balik semua pertentangan itu, terselip momen-momen kecil yang membuat Clavelina mulai merasakan getaran halus di hatinya saat River tersenyum tulus. River, di sisi lain, mulai menyadari bahwa Clavelina bukan sekadar gadis biasa; dia adalah seseorang yang diam-diam membuatnya ingin menjadi lebih baik.
Seiring berjalannya waktu, dinding-dinding yang mereka pertahankan perlahan runtuh. River mulai melepaskan kebebasannya yang liar untuk seseorang yang membuatnya merindukan kedamaian, sementara Clavelina membuka hatinya untuk menerima keberanian dan warna baru yang dibawa River. Ini adalah kisah cinta yang terlahir dari pertentangan sempurna, yang membuktikan bahwa keindahan sejati kerap muncul di tengah perbedaan yang tampak tak mungkin dipertemukan.