"Tau nggak? Satu hal yang nggak pernah berubah dari kamu, dan itu yang membuat kamu berbeda"
"Apa?"
"Kamu selalu berbeda.
Semuanya yang ada disini berbeda.
Kamu akan mengikuti hidup Almora Adelia yang seperti angin. Tau akan masalahnya, tapi melarikan diri dan membiarkannya. Membiarkan, tanpa mencegah sesuatu yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Sesuatu yang membuatnya takut, tapi semuanya tersembunyi. Hingga siapapun tak ada yang mengenali. Tapi, dia yang kemudian pergi, adalah alasan kenapa Almora masih mempercayai mimpi.
Lalu kamu akan merasakan bagaimana hidup dengan seorang Arka Narendra, yang hidupnya penuh dengan kesempurnaan. Pintar, banyak teman, murid teladan, itu adalah julukannya. Tak jauh dari pendidikannya, hidupnya seperti air yang mengalir tanpa peduli batu yang terus menghalangnya. Arka pasti selalu menyelesaikannya. Keluarga yang cukup sempurna selalu mengajarkan apa arti ke ikhlasan, hingga itu terjadi, yang artinya harus direlakan.
Dan jangan lupakan, Helena Adara, kamu akan belajar bagaimana hidup yang sebenarnya. Hidup yang berbeda, dari apa yang kamu lihat. Hidup yang tidak sesempurna nama dan otaknya. Hidupnya jauh dari kata itu. Karna ia yang merasakannya.
Lalu, Rafagam Elvaro, yang penuh kepalsuan. Status keluarga, kepintaran, kemampuan yang ia miliki tidak lebih dari sebuah anugrah dari tuhan selama ini. Semua orang berbeda, tapi Agam ingin yang sempurna. Dan itu membutakannya. Agam, pintar, tapi kepintarannya seakan menutup apa yang ada di sekitarnya. Sempurna mengelilinya, tapi tidak dengan realita yang ada. Ia tidak bersalah, tapi kesalahan seakan menjadi penyesalan.
Lalu bagaimana dengan seorang Adlantara Alam yang akan kamu temui nantinya? Seseorang yang ada di tengah tengah hidup mereka, yang mungkin akan mempersatukan atau mungkin akan menghancurkan. Ia mencitainya, tapi tak mampu menolak untuk menyakitinya. Ia yang telah di hancurkan, yang rapuh, yang berusaha untuk menjadi yang terbaik.
Valinada Rahadis memilih mengakhiri hidup usai mahkota berharganya direbut paksa oleh mantan kekasihnya.
Namun, siapa yang menyangka ketika membuka mata, Valina malah mendapati dirinya masuk ke dalam cerita pendek berjudul Naiza.
Hal yang tidak bisa dicerna oleh akal sehat adalah ketika dirinya memasuki raga seseorang bernama Alunada Geyzer.
Alunada adalah seorang wanita tulen yang sayangnya harus mengubah penampilannya menjadi laki-laki, bahkan tingkahnya pun harus mengikuti bagaimana seorang pria.
Dia tidak memiliki posisi penting dalam cerita alias figuran tak tertulis. Tetapi, Alunada bersahabat dengan adik pemeran utama pria.
Kalingga Zoka Elber, adalah namanya.
Bila Kazael digambarkan sebagai sosok manusia gila, temperamental, dan kejam. Maka sang adik-Kalingga adalah sebaliknya.
Dia ramah, tidak ada kesan badboy dalam dirinya, serta murah senyum dan suka menolong.
Tak heran bila Valina mengagumi sosoknya yang sempurna itu.
❄❄❄
"Bedanya lo sama Kalingga apa?" tanya Valina.
"Bedanya gue sama dia?"
Valina mengangguk.
"Gue tidak bisa menyembunyikan kegilaan gue. Sedangkan Kalingga, terlalu sempurna menutupi kegilaannya."